Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Nyata

Cerita Pengakuan Korban Penipuan Visa Haji Ilegal

Lukman bagai anak ayam kehilangan induknya, telantar kebingungan di negeri orang. Dia meringkuk di sudut Masjidil Haram menanti adzan Subuh

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi visa 

TRIBUNJATENG.COM, ARAB SAUDI --  Lukman (bukan nama sebenarnya), seorang guru mengaji kebingungan.

Setelah koordinator travel hajinya ditangkap polisi Arab Saudi, Lukman bagai anak ayam kehilangan induknya, telantar kebingungan di negeri orang. Dia meringkuk di sudut Masjidil Haram menanti adzan Subuh, Jumat (7/6/ Juni 2024). 

Bayang-bayang wajah istri yang hamil tak bisa hilang. Terlintas juga wajah dua anak kecilnya yang meminta sang ayah segera pulang. 

Lukman diteror perasaan tak nyaman. Takut tak bisa pulang, takut ditangkap polisi, dan berbagai kekhawatiran lain berkecamuk di benaknya. 

Ditemani tiga lansia kawannya asal Madura, Lukman tak henti-hentinya beristigfar.

"Tidak disangka saya seperti buronan sekarang.

Saya di sini (shalat di Masjidil Haram) sebenarnya menghindar, dapat kabar hotel digerebek polisi. Kan ada yang bilang tempat paling aman justru tempat paling berbahaya," kata Lukman.

"Pemilik travelnya (koordinator), ditangkap kemarin. Terus sekarang bagaimana, enggak bertanggung jawab. Panas dingin ini, kawan-kawan ingin ngajak pulang," kata lelaki 39 tahun itu mengeluh. 

Lukman saat ini tinggal di sebuah pemondokan di kawasan Syisyah, Kota Mekkah. Kepada siapa pun, Ia tidak akan mau menyebut nama hotelnya, termasuk kepada jemaah-jemaah haji lain yang dikenalnya. 

Banyak pula di antara kawan itu mengajak bertemu, tapi ditolak mengingat posisinya sekarang ini. "Ada banyak kawan jemaah di sini, wali-wali santri juga banyak yang kirim WA (WhatsApp) ingin bertemu, tapi sudah lah. Takut saya terjadi apa-apa," ujarnya. 

Dia berangkat ke Tanah Suci sepekan lalu menggunakan jasa travel haji, yang katanya dikelola mukimin asal Medan.

Lukman bersama rombongan dari Madura, Mojokerto, Surabaya, dan beberapa daerah lain hanya dibekali visa ziarah dan janji-janji. 

Dia dijanjikan visa haji sampai di Mekkah. Tapi rupanya janji hanya isapan jempol belaka. Padahal uang sudah disetor, biayanya beragam, mulai dari Rp 160 sampai 200 juta.

Ada yang jual tanah pula. Rencananya mereka bakal pulang saja, tidak mau mengambil risiko melanjutkan perjalanan haji mereka. 

"Ini panas dingin enggak doyan makan. Kasihan ini teman-teman, sudah jual tanah buat ke sini, kerjaan angon (gembala) kambing...,ini lagi ngumpul bahas rencana pulang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved