Berita Semarang
Indeks Kepuasan Layanan BBPOM Semarang Meningkat
Tingkatkan layanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan BBPOM (BPOM) Semarang gelar forum konsultasi dan komunikasi publik
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Tingkatkan layanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan BBPOM (BPOM) Semarang gelar forum konsultasi dan komunikasi publik, Rabu (12/6/2024).
Pada kegiatan itu BBPOM mengundang pengguna layanan, stakeholder, akademisi, organisasi masyarakat, pelaku usaha dan media untuk memberikan masukan terkait pelayanan.
Kepala Balai Besar POM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan forum konsultasi dan komunikasi publik itu terkait layanan yang sudah dilakukan. Kegiatan digelar sejak tahun 2024.
"Pada tahun 2023 kami telah menyampaikan kepada masyarakat apa telah dilakukan. Tahun 2024 kami menyampaikan perbaikan-perbaikan layanan," jelasnya jeda forum dilaksanakan di Hotel Patra Jasa Semarang.
Menurutnya pada kegiatan saat ini, meminta masukan kepada masyarakat, dan pelaku usaha. Termasuk juga meminta masukan dari berbagai lembaga YLKI maupun perlindungan konsumen.
"Pada tahun ini kami fokus inovasi Gumregah Plus artinya gugah UMKM Resik saking bahan berbahaya. Plusnya memberikan kontribusi dan kolaborasi dengan pelaku usaha dan akademisi kelompok masyarakat," tuturnya.
Dikatakannya, fokus dari inovasi itu adalah makanan unggulan di daerah. Pihaknya mencontohkan di Semarang telah memberantas mie mengandung formalin di jajanan siap saji.
"Begitu kembangkan di daerah lainnya contohnya kerupuk, terasi, dan makanan lainnya yang berpotensi menggunakan bahan berbahaya. Kami menggandeng Pemerintah Daerah untuk mendukung inovasi akan dilaksanakan," imbuhnya.
Disisi lain ia menerangkan indeks pelayanan BBPOM dinilai masih diangka 94 persen. Meskipun telah baik namun indeks pelayanan masih dinilai kurang maksimal.
"Nah kami meminta masukan dari masyarakat kepengenya seperti apa. Kami juga mengundang PT KAI untuk mengajari kami meningkatkan pelayanan," tandasnya.
Sementara Kepala Biro Kesra Provinsi Jateng, M Yusuf menambahkan forum itu sangat bermanfaat. Kegiatan itu bisa menambah pengetahuan.
"Misal kita bisa mengetahui obat-obat palsu dan kadaluarsa. Kita bisa aman dan sehat," ujarnya.
Ia berharap BBPOM bisa menjaga indeks kepuasaan yang cukup tinggi. Dirinya ingin tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BBPOM semakin meningkat.(rtp)
Baca juga: DPRD Jepara Usulkan Hak Interpelasi Permasalahan PT BPR Bank Jepara Artha
Baca juga: Polres Jepara Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Resnarkoba
Baca juga: Pemkot Solo Pilih Diam Tak Berani Berjanji, Belum Jelas Kapan Taman Balekambang Bisa Dibuka
Baca juga: Aksi Pencurian Hebel Kepergok Warga di Karanganyar, 1 Pelaku Melarikan Diri
| Kisah Lengkap Pungli Linmas Pekunden Semarang |
|
|---|
| Bank Sampah Alamanda di Gunungpati Dapat Apresiasi Wali Kota, Diharap Jadi Prototipe bagi Ribuan RW |
|
|---|
| Meski Diguyur Hujan Lebat, Tradisi Nyadran di Makam Tlumpak Semarang Tetap Berjalan |
|
|---|
| Kabar Baik, Lubang di Turunan Gombel Semarang Sudah Ditambal, Relawan: 5 Pemotor Jadi Korban |
|
|---|
| Sosok Nila Dianti, Membumikan Seni Peran bagi Beragam Kalangan di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/BBPOM-hotel-Patra-Jasa.jpg)