Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Saizu Purwokerto

Rektor UIN Saizu Dukung Kebijakan Kemenag Tempatkan Jemaah Haji Dekat Jamarat

Rektor UIN Saizu Dukung Kebijakan Kemenag Tempatkan Jemaah Haji Dekat Jamarat

Tayang:
Editor: Editor Bisnis
ist
Rektor UIN Saizu Dukung Kebijakan Kemenag Tempatkan Jemaah Haji Dekat Jamarat 

Rektor UIN Saizu Dukung Kebijakan Kemenag Tempatkan Jemaah Haji Dekat Jamarat
TRIBUNJATENG.COM - Jutaan jemaah haji akan menjalani Wukuf di Arafah tanggal 15 Juni 2024. Para jemaah haji Indonesia secara bertahap akan diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah, tanggal 14 Juni 2024. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga telah mengecek kesiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Menurut Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, Arsad Hidayat, pada tahun ini, tidak ada jemaah haji Indonesia yang akan ditempatkan di Mina Jadid. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan kebijakan ini, menjadi upaya untuk menambah kenyamanan jemaah haji Indonesia dalam beribadah, terutama para jemaah lansia. Dengan adanya kebijakan ini, para jemaah haji Indonesia menjadi tidak terlalu jauh dengan Jamarat atau tempat jamaah haji melempar jumrah.

Rektor Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M. Ag., sangat mendukung upaya Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah haji Indonesia ini.

Kemenag membuat kebijakan baru dengan mendekatkan jamaah dengan Jamarat dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024, yaitu penempatan jemaah Indonesia di Mina. Kebiajkan ini strategis dalam memberikan kemudahan dan kedekatan akses para jamaah dengan Jamarat.

Pada tahun ini, kata Prof Ridwan pemerintah masih mengusung tagline Haji Ramah Lansia. Data Kemenag mencatat, tahun ini ada sekitar 45.678 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas, atau sekitar 21,41 persen. Seluruh petugas juga diminta siap dan siaga dalam memberi layanan terbaik kepada jemaah.

Pemerintah Arab Saudi juga telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024. Pada tahun ini, pergerakan jemaah dari Arafah akan dibagi dalam dua skema, reguler dan murur. Pergerakan reguler, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah secara taraddudi (shuttle) dan turun di Muzdalifah.

Dijelaskan, salah satu kebijakan transformatif Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah Haji Tahun 2024 adalah Haji Ramah Lansia. Kebijakan yang humanis ini merupkan upaya Kementerian Agama dalam memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji khususnya jamaah lansia.

Sehingga, lanjut Prof Ridwan jemaah yang sudah memiliki berbagai keterbatasan fisik, bisa melaksanakan ibadah haji dengan aman, nyaman dan penuh kesempurnaan. Sebanyak 213.320 jemaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah.

Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat (space) di Muzdalifah seluas 20.000 meter persegi. Sehingga, ruang untuk setiap jemaah jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, hanya 0,29 meter persegi, per orang.

Penyelenggaran ibadah haji 1445 H berlangsung saat musim panas. Suhu pada siang hari diperkirakan rata-rata pada kisaran 46 hingga 48 derajat celcius. Para jemaah diimbau memanfaatkan masa tiga hari jelang wukuf untuk beristirahat dan menjaga kesehatan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved