Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Artikel Mahasiswa MPI UIN Saizu Tembus Jurnal SINTA 3, Riset Pendidikan di Filipina Jadi Sorotan

Mahasiswa MPI UIN Saizu publikasikan riset pendidikan Filipina di jurnal SINTA 3 melalui program SISMA 2025.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa MPI UIN Saizu publikasikan riset pendidikan Filipina di jurnal SINTA 3 melalui program SISMA 2025. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Mahasiswi angkatan 2023, Bunga Citra Lestari, berhasil memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 3.

Artikel karya Bunga terbit di Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh IAIN Bone.

Publikasi tersebut masuk dalam Volume 16 Nomor 1 edisi April 2026 dan diumumkan pada Kamis, 30 April 2026.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan akademik MPI UIN Saizu Purwokerto karena artikel yang diterbitkan mengangkat hasil penelitian internasional di Filipina dengan pendekatan Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM).

Bunga menyebutkan, keberhasilan publikasi ilmiah ini bermula saat ia mengikuti program SISMA (Saizu International Student Mobility Awards) di Filipina pada November 2025.

Dalam kegiatan tersebut, ia melakukan penelitian mengenai sistem pendidikan di negara tersebut.

Bunga mengungkapkan, ide penelitian muncul setelah mendapatkan arahan dari dosen pengampu mata kuliah Manajemen Mutu Terpadu, Dr. Saefudin Syafii. 

“Sebelum saya berangkat ke Filipina untuk kegiatan SISMA, Pak Saefudin berpesan agar saya meneliti pendidikan di sana. Kata beliau, boleh jadi hasil penelitiannya bisa berbuah menjadi artikel atau tugas akhir yang memiliki kebaruan karena lokusnya di luar negeri,” ujar Bunga.

Sepulang dari Filipina, Bunga mulai menyusun artikel ilmiah sejak Desember 2025.

Ia melakukan konsultasi intensif terkait kemungkinan menjadikan sekolah luar negeri sebagai objek kajian Manajemen Mutu Terpadu.

Dalam proses penyusunan artikel, Bunga mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kelengkapan data penelitian.

Ia bahkan harus meminta bantuan rekan yang masih berada di Filipina untuk melengkapi sejumlah informasi yang dibutuhkan.

Meski demikian, pengalaman riset internasional tersebut justru memberinya banyak wawasan baru mengenai sistem pendidikan di kawasan pasca konflik.

“Saya senang bahwa apa yang saya teliti di Filipina mampu memberikan insight baru. Pendidikan di sana sangat berbeda dengan Indonesia. Berdasarkan wawancara dan pengamatan dari publikasi resmi menunjukkan bahwa sekolah yang saya teliti sangat relevan dengan fokus kajian saya, yakni Manajemen Mutu Terpadu,” jelasnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved