Berita Kabupaten Tegal
Menuju Zero Stunting, Pj Bupati Sebut Kabupaten Tegal Harus Ada Panglima-panglima Kecil
Agustyarsyah menyebut, untuk mewujudkan Kabupaten Tegal "Zero Stunting" memang berat tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penjabat (Pj) Bupati Tegal Agustyarsyah menyebut, untuk mewujudkan Kabupaten Tegal "Zero Stunting" memang berat tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.
Sehingga, agar tujuan bisa tercapai, maka upaya penurunan stunting harus dilakukan mulai dari lingkup wilayah terkecil di tingkat RT.
Agustyarsyah menegaskan, harus ada panglima-panglima kecil yang dijadikan kader penggerak di desa.
Hal itu disampaikan Agustyarsyah, saat menerima kunjungan dari rombongan Tanoto Foundation, di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Selasa (11/6/2024).
Kegiatan rapat saat itu, dalam rangka menerima rombongan Tanoto Foundation dari Jakarta yang dipimpin oleh Head of Learning Environment Margaretha Ari Widowati, Regional Lead Tanoto Foundation Java Medi Yusva, dan koordinator lainnya.
Sedangkan Pj Bupati Tegal Agustyarsyah, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Suspriyanti, Kepala Bappeda M. Faried Wadjy, Kepala DP3AP2&KB Khofifah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta satgas stunting Kabupaten Tegal.
"Target nasional penurunan stunting tahun 2024 ini 14 persen, tetapi Kabupaten Tegal harus berusaha mencapai di bawah target nasional. Sehingga agar target bisa tercapai, menurut saya harus ada panglima-panglima kecil yang dijadikan kader penggerak di desa," ungkap Agustyarsyah, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (15/6/2024).
Agustyarsyah juga menyampaikan, upaya perurunan stunting sangat penting agar kelak menghasilkan pemimpin-pemimpin yang cerdas.
Tidak hanya baik budi pekerti, tetapi mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat, serta bermanfaat bagi orang banyak.
"Hal itu hanya bisa dihasilkan oleh generasi yang sehat, dan tidak mengalami riwayat stunting saat balita," ujar Agustyarsyah.
Sebelum kegiatan audiensi ditutup, Pj Bupati berpesan agar upaya yang sudah dilakukan Tanoto Foundation dapat dilanjutakan oleh OPD terkait dan bisa dikembangkan, karena pendampingan tidak akan selamanya dilakukan oleh Tanoto Foundation.
"Kalau pemda masih berharap terus untuk didampingi, berarti kita gagal dalam mengawal apa yang sudah dilakukan oleh Tanoto Foundatian," tegas Pj Bupati Tegal.
Sementara itu, Head of Learning Environment Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati, menyampaikan kepada Pj Bupati bahwa kedatangan pihaknya ke Kabupaten Tegal untuk melihat capaian dukungan Tanoto Foundation dalam membantu pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan dasar dan percepatan penurunan stunting.
Hasilnya dikatakan Margaretha, Kabupaten Tegal progresnya sangat baik, karena sudah mengeluarkan kebijakan berupa peraturan Bupati tentang Strategi Komunikasi Percepatan Penurunan Stunting.
Selain itu, menghasilkan kader terlatih di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, pembangunan Rumah Anak Sigap di Desa Tuwel, peningkatan kapasitas TPPs desa Tuwel, dan Desa Kalisapu Kecamatan Slawi.
Pemkab Tegal, juga sudah melakukan replikasi Rumah Anak Sigap sebagai wadah edukasi bagi orang tua balita dan balita dari usia 0-3 tahun.
| Investasi Kabupaten Tegal Tembus Rp 4,75 Triliun pada tahun 2025, Serap 18.891 Tenaga Kerja |
|
|---|
| Pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Tegal 1447 H Sebanyak 1.472 Orang, Bupati Ischak Pesan Ini |
|
|---|
| Wabup Tegal Ahmad Kholid Apresiasi Halalbihalal SGS di Karang Cengis |
|
|---|
| Masuk Program Kolaborasi Nasional, Bupati Tegal Ischak Perkuat Kualitas Pendidikan Dasar |
|
|---|
| Bupati Tegal Ischak Instruksikan Penguatan Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Obat di Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kunjungan-rombongan-Tanoto-Foundation-dari-Jakarta-Bertempat-di-ruang-rapat.jpg)