UIN SAIZU Purwokerto
Salah Besar, Ibadah Haji dan Umrah Hanya Buang-buang Uang dan Pemborosan
Salah Besar, Ibadah Haji dan Umrah Hanya Buang-buang Uang dan Pemborosan
Ibadah bisa memberikan rasa ketenangan dan kebahagiaan,* sangat rasional jika seseorang mengeluarkan harta untuk mencarinya
Tentu dengan beribadah dan mengingat Allah maka hati akan tenang, bahagia dan tentram. Terlebih beribadah di depan ka’bah dan kota yang diberkahi yaitu Mekkah dan Madinah.
Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
(Ar- Ra’d : 28).
Banyak orang yang keluar negeri untuk berwisata, mencari kebahagiaan dan refreshing. Tentu mereka menghabiskan dana yang tidak sedikit. Tentu tidak ada yang salah jika seorang muslim juga mengeluarkan biaya ke luar negeri (Saudi) untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki melalui ibadah.
Ritual-ritual sarat makna yang dilakukan sebagai kesempurnaan ibadah haji, seperti memakai kain ihram, mengucapkan talbiyah, melakukan thawaf mengitari Ka’bah, Sa’i dari Shafa ke Marwah, wuquf di Arafah, dan lempar jumrah, sarat dengan makna kehidupan berjamaah.
Berpakaian Ihram yang sama putih tak berjahit, yang dikenakan jamaah laki-laki, menandakan bahwa sesungguhnya tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, pejabat dan rakyat. Semua memiliki derajat sama di hadapan Allah, tidak ada perbedaan rasisme, kecuali semata-mata karena takwanya.
Seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya : “….. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S. Al-Hujurat [49] : 13).
Prosesi lainnya, lempar jumrah, merupakan pertanda penumpasan terhadap segala bentuk kezaliman, penjajahan, aneksasi dan penindasan antar sesama. Ini pun dapat memberi makna bahwa segala bentuk kezaliman dan permusuhan terhadap Islam dan Muslimin, tidak akan dapat dikalahkan hanya dengan satu atau dua orang berpecah-belah.
Tetapi hanya dapat diatasi dengan cara hidup berjamaah, bersatu dalam kepemimpinan yang mengikuti jejak kenabian, atau yang disebut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan kehidupan “Jamaa’atul Muslimiina wa imaamahum” (bersatunya kaum Muslimin di bawah pimpinan seorang Imaam).
Persatuan dan kesatuan umat (wihdatul ummah) inilah hikmah terbesar dalam seluruh rangkaian ibadah haji, di mana jamaah dari seluruh dunia larut dalam satu kesatuan pakaian serba putih. Para hujjaj pun thawaf mengelilingi Ka’bah yang satu, menyembah Tuhan yang satu, mengikuti manasik dari Nabi yang satu, membaca talbiyah dan berdzikir dalam bahasa yang satu.
Lewat perhelatan akbar haji kaum Muslimin sedunia inilah, Allah mengingatkan bahwa sesungguhnya umat Islam di seluruh dunia adalah umat yang satu.
Sebagaimana Firman Allah:
| Peluang Usaha! UIN Saizu Buka Seleksi Tenant Foodcourt Kampus 2 Purbalingga |
|
|---|
| Tragedi Bekasi Timur dan Polemik Gender: Menimbang Ulang Prioritas Keselamatan Publik |
|
|---|
| Pascasarjana UIN Saizu Luncurkan SIAAP, Perkuat Layanan Akademik Digital Terintegrasi |
|
|---|
| Perkuat SPMI Berbasis Regulasi Baru, Pascasarjana UIN Saizu Tancap Gas Bangun Budaya Mutu |
|
|---|
| Nasaruddin Umar Tak Larang Kurban, Kemenag Tegaskan Video yang Beredar Hoaks |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dosen-uin-saizu-1237654.jpg)