Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Harganas 2024, Menko PMK Muhadjir Effendy Maksimalkan Target Penurunan Stunting

Peringatan hari keluarga Nasional, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akan maksimalkan target

Berikut ini video Harganas 2024, Menko PMK Muhadjir Effendy maksimalkan target penurunan stunting.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringatan hari keluarga Nasional, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akan maksimalkan target 14 persen penurunan stunting di Indonesia.

"Kami maksimalkan ya karena pada akhir-akhir ini capaiannya cukup bagus," ujar Menko PMK usai menghadiri peringatan hari keluarga Nasional (Harganas) di lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (29/6/2024).


Muhadjir menerangkan upaya menurunkan stunting hingga 14 persen merupakan target yang ambisius. Namun demikian pihaknya akan melihat hasil capaian penurunan stunting hingga akhir 2024.


"Kami mengadakan pengukuran dan penimbangan serta intervensi stunting serempak di seluruh Indonesia," tuturnya.


Menurutnya hingga saat ini 92,2 persen balita yang telah ditimbang serta diukur. Bahkan pemerintah telah mendata status dari balita tersebut.


"Kami berharap bisa 100 persen. Itulah yang bisa kami jadikan catatan hasil sensus itu untuk merancang penanganan stunting," ujarnya.


Lanjutnya, agar dapat memastikan akurasi pemeriksaan balita, pemerintah telah menyeragamkan alat antropometri di Posyandu seluruh Indonesia. Saat ini tinggal tiga persen untuk penyaluran alat antropometri.


Tak hanya itu, tenaga kader BKKBN juga dituntut telah terlatih menggunakan alat antropometri. Sekaligus dapat menetapkan angka-angka yang dijadikan dasar pengukuran.


"Terakhir capaian yang ditimbang dan diukur. Saya harap bisa 100 persen," imbuhnya.


Ia yakin jika tiga unsur terpenuhi data yang dihasilkan pengumpulan serempak secara nasional bisa dipercaya. Data itu bisa dapat diketahui balita yang mengalami stunting.


"Karena data itu ada by name by addressnya. Jadi siapa yang stunting bisa diketahui. Langkah intervensinya sudah ada," tandasnya.


Sementara itu Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menambahkan ada dua langkah untuk menurunkan stunting yakni strategi intervensi faktor sensitif, dan intervensi faktor spesifik. Namun secara khusus strategi paling efisien dengan  melakukan diagnosis yang tepat.


"Jadi kami tahu pertama  keluarga berisiko stunting yang mana dan kedua mana yang stunting. Kemudian ibu hamil dan pranikah menjadi bagian yang penting mencegah lahirnya stunting," tandasnya. (rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved