Puisi Malam Sabtu Karya Taufik Ismail
Berikut puisi Malam Sabtu Taufik Ismail 1966 Berjagalah terus Segala kemungkinan bisa terjadi
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM- Berikut puisi Malam Sabtu Taufik Ismail
1966
Berjagalah terus
Segala kemungkinan bisa terjadi
Malam ini
Maukah kita dikutuk anak-cucu
Menjelang akhir abad ini
Karena kita kini berserah diri?
Tidak. Tidak bisa
Tujuh korban telah jatuh. Dibunuh
Ada pula mayat adik-adik kita yang dicuri
Dipaksa untuk tidak dimakamkan semestinya
Apakah kita hanya akan bernafas panjang Dan seperti biasa: sabar mengurut dada?
Tidak. Tidak bisa
Dengarkan. Dengarkanlah di luar itu
Suara doa berjuta-juta
Rakyat yang resah dan menanti
Mereka telah menanti lama sekali
Menderita dalam nyeri
Mereka sedang berdoa malam ini
Dengar. Dengarlah hati-hati.
| Pria Tewas Ditusuk saat Berduaan dengan Mantan Istri Pelaku di Kamar Kos |
|
|---|
| Dua Wanita Pemotor Tewas Terseret Truk Boks di Perempatan Tugu Wisnu Manahan Solo |
|
|---|
| Kisah Tragis Jasmin Petani Blora, Ditemukan Tewas di Sawahnya Setelah Seharian Tak Pulang |
|
|---|
| Bupati Tegal Ischak Gandeng Kejari untuk Perkuat Pendampingan Hukum Kebijakan Daerah |
|
|---|
| Truk Bermuatan Triplek Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Sopir: Tidak Kuat Nanjak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/taufik-ismail-sastrawan_20150930_184951.jpg)