Berita Video
Video Kabar Gembira Warga Pati, Peluang Kerja ke Turki Gaji Dua Digit Terbuka Lebar
Kesempatan bekerja di Eropa dengan gaji mumpuni tidak disia-siakan oleh Yeni Christinawati (25), warga Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Tim Video Editor
Mayang mengaku belum memiliki pengalaman kerja sebagai spa therapist. Sebelumnya dia bekerja sebagai baby sitter dan house keeping. Namun, sebelum pemberangkatan ke Turki dia sudah pernah mengikuti pelatihan spa.
CEO PT Dewi Pengayom Bangsa yang juga anggota DPRD Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono, mengatakan bahwa selama 16 tahun perusahaan penyalur tenaga kerja migran ini berdiri, baru empat tahun belakangan pihaknya merambah bursa kerja Eropa.
"Selama empat tahun belakangan kami sudah merambah ke negara-negara selain negara tradisional penempatan PMI seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan. Kami sudah merambah ke Eropa di antaranya Polandia, Kroasia, kemudian pekan depan kami akan dikunjungi mitra kami dari Austria," kata dia.
Endro mengucap hamdalah, hari ini pihaknya bisa menggelar acara syukuran karena kali pertama bisa menembus pasar kerja di Turki.
"Pemberangkatan PMI ke Turki ini pertama kali di Pati dan mungkin di Jawa Tengah. Ini peluang baik sebagai opsi alternatif bagi para pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri di sektor hospitality," kata Endro yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Jateng 2024-2029.
Dia mengatakan, pada gelombang pertama pemberangkatan ke Turki, baru tiga visa yang keluar.
"Gelombang pertama ke Turki ini, visa yang keluar memang baru tiga. Tapi Alhamdulillah ini sebagai langkah awal. Karena baru saja pekerjaan kami dapat, kami belum sempat kumpulkan kandidat, ternyata sudah ada job yang ready. Yang bisa kami penuhi sementara baru tiga orang," jelas dia.
Mereka sudah siap berangkat, tinggal menunggu proses administrasi sesuai UU 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI.
"In syaa Allah bulan ini berangkat ke Turki di sektor perhotelan. Nanti ada seleksi lagi, in syaa Allah bisa diberangkatkan akhir tahun 2024 atau awal 2025," ucap Endro.
Endro berhadap, pada masa mendatang akan semakin banyak warga Pati dan Jawa Tengah secara umum yang bisa menembus bursa kerja di Turki.
Menurut Endro, WNI di Turki juga menyambut baik kehadiran PMI di sektor formal. Terlebih, Turki punya keunggulan di sektor pariwisata.
"Di sini (Indonesia) kita punya banyak akademi pariwisata, bisa dimaksimalkan. Upaya ini juga bisa membantu pemerintah yang hendak mewujudkan penempatan tenaga kerja sektor formal yang berdasarkan skill. Kita bisa sukseskan itu," jelas dia.
Menurut Endro, bekerja di negara-negara Eropa secara umum punya keunggulan khusus, selain dari sisi kesejahteraan, peluang berpindah kerja juga terbuka lebar di negara-negara Uni Eropa.
"Apabila mereka selesai kontrak, dengan mudah bisa pindah. Walaupun kami tidak menyarankan, tapi itu bukan sesuatu yang mustahil. Mungkin masuknya di Polandia, kemudian punya teman yang kerja di Jerman, kalau dia memenuhi syarat ya bisa saja (pindah kerja ke Jerman)," tandas Endro. (mzk)
| Video Beberapa Hari Menghilang, Lansia Wonosobo Ditemukan Tak Bernyawa di Area Semak Belakang Rumah |
|
|---|
| Video Detik-detik Truk Hanyut Diterjang Banjir Sungai Bodri Kendal, Warga Tarik ke Pinggiran Kali |
|
|---|
| Video 2 Warga Ngilir jadi Korban Tawuran Gangster di Kendal |
|
|---|
| Video Alasan Jukir Liar Kepruk Rp40 Ribu Wisatawan Kota Lama Semarang: Lupa dan Kondisi Hujan |
|
|---|
| Video Tiga Jukir Liar Kepruk Parkir Rp40 Ribu Wisatawan Kota Lama Semarang Digiring ke Polsek |
|
|---|