Puisi Tamasya dalam Gelap Karya Remy Sylado
Puisi Tamasya dalam Gelap Remy Sylado. Berikut puisi Remy Sylado: Kita tak pandai lagi membedakan Ketakutan dalam bicara atau bicara dalam takut
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM- Puisi Tamasya dalam Gelap Remy Sylado.
Berikut puisi Remy Sylado:
Kita tak pandai lagi membedakan
Ketakutan dalam bicara atau bicara dalam takut
Mengadakan yang tiada atau meniadakan yang ada
Kehidupan yang jahat atau kejahatan yang hidup
Kekuasaan yang kejam atau kekejaman yang kuasa
Menjanjikan keadilan atau keadilan yang menjanjikan
Pemerintah yang keras atau kekerasan yang memerintah.
Kita telah menjadi beo dalam sangkar
Menyanyikan yang tak bisa dinyanyikan
Mengharapkan yang tak bisa diharapkan
Menghitung waktu yang tak bisa dihitung
Mati dalam anganan
Mati dalam dambaan
Mati dalam cita-cita.
| SPPG Protomulyo Kendal Ditutup BGN, Dana Tagihan Supplier Belum Dibayarkan |
|
|---|
| Bupati Sadewo Geram, Ultimatum Puskesmas Stop Pungutan, Warga Banyumas Berobat Wajib Gratis |
|
|---|
| Kredit Perbankan Jateng Tertekan, OJK Waspadai Dampak Global dan Lonjakan NPL UMKM |
|
|---|
| Velocity of Money Lebaran: Euforia Perputaran Uang |
|
|---|
| Dampak Strategis Pembangunan Desa terhadap Kemajuan Bangsa: Transformasi Struktural dari Akar Rumput |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/remy-sylado.jpg)