Berita Kuningan
Gunung Ciremai Dikabarkan Meletus Pasca Gempa Kuningan, Ini Imbauan BPBD
Beredar kabar bohong atau hoax yang mengklaim Gunung Ciremai akan meletus menyusul terjadinya gempa bumi di Kabupaten Kuningan pada akhir pekan lalu.
TRIBUNJATENG.COM, KUNINGAN-– Beredar kabar bohong atau hoax yang mengklaim Gunung Ciremai akan meletus menyusul terjadinya gempa bumi di Kabupaten Kuningan pada akhir pekan lalu.
Informasi menyesatkan ini beredar luas di media sosial, membuat masyarakat resah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api dan gempa bumi hanya dapat diperoleh dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti BMKG dan PVMBG," ujar Indra.
BPBD Kuningan juga mengingatkan pentingnya literasi digital di era informasi saat ini. Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Sebelumnya telah beredar unggahan yang mengeklaim Gunung Ciremai akan meletus pasca-gempa di Kabupaten Kuningan pada Kamis (25/7/2024) dan Jumat (26/7/2024).
Akan tetapi, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Narasi yang beradar Narasi yang mengeklaim Gunung Ciremai akan meletus pasca-gempa beredara di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkap layar berisi pesan di WhatsApp yang menginformasikan bahwa akan ada letusan Gunung Ciremai pasca-gempa di Kuningan.
Dilansir Antara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga memastikan gempa tektonik di Kabupaten Kuningan tidak memengaruhi aktivitas vulkanik di Gunung Ciremai.
Ketua PVMBG Pos Pengamatan Gunung Ciremai Jajat Sudrajat menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, Gunung Ciremai dalam kondisi normal.
Tidak ada aktivitas vulkanik yang membahayakan di sekitar gunung tersebut.
"Sejauh ini hasil pengamatan kami, kondisi Gunung Ciremai tetap normal dan tidak terpengaruh dengan peristiwa gempa," kata Jajat, Sabtu (27/7/2024).
Ia menambahkan, gempa tektonik di Kuningan pada Jumat (26/7/2024) diduga disebabkan karena adanya aktivitas tektonik pada sesar Baribis.
Pusat gempa tersebut lokasinya sangat jauh dengan Gunung Ciremai, tepatnya sekitar 15 kilometer.
| Misteri Mayat Anggota Hansip Terkuak, Istri Pura-pura Temukan Jasad Suami karena Kecelakaan |
|
|---|
| Tiga Begal Sadis Kocar-kacir Dihajar Bambu Pria Ini Sendirian, Ini Kronologinya |
|
|---|
| Tertangkap Kamera CCTV, Pria Curi Kotak Amal Masjid di Kuningan |
|
|---|
| Penonton Balap Liar Tewas Ketubruk Motor Joki: SW, Umur 18 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunung-ciremai-pendakian-gunung-ciremai-kembali-dibuka.jpg)