Berita Semarang
Undip Gelar Asia-Afrika Students Conference, Usung Tema Keadilan dan Keberlanjutan Iklim
Mahasiswa dari 18 negara di kawasan Asia-Afrika berkumpul mengikuti Asia-Afrika Students Conference di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (29/7).
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa dari 18 negara di kawasan Asia-Afrika berkumpul mengikuti Asia-Afrika Students Conference di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (29/7).
Mengusung tema "Global South to South Cooperation Climate Justice and Sustainability", acara tersebut digagas oleh Universitas Diponegoro (Undip).
Kepala Kantor Urusan Internasional Undip, Pulung Widhi Hari Hananto menjelaskan,konferensi Internasional ini merupakan inisiasi yang pertama kali dilakukan dengan melibatkan peserta mahasiswa Asia-Afrika.
Sebelumnya sudah ada program surupa hanya saja lebih dikhususkan hanya pada pengenalan budaya.
Isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan menjadi topik yang diperbincangkan dalam acara ini. Peserta merupakan mahasiswa dari negara Asia Afrika yang sedang menimba ilmu di Indonesia, total ada 18 negara yang hadir.
"Targetnya ingin mencoba untuk menstimulasi isu perubahan iklim tapi dilihat dari sudut pandang negara di Asia Afrika karena poros kebijakan legal instrumen yang dibuat untuk perubahan iklim biasanya lebih kental dengan negara unsur barat atau tidak terlalu pro dengan negara berkembang," ujarnya.
Melalui acara ini diharapkan muncul perspektif baru, mahasiswa dari negara Asia-Afrika dapat mengkritisi dan memberikan solusi serta ke depannya bisa memberikan dampak bagi komunitas dan negara mereka masing-masing. "Kegiatan ini terinspirasi dari konferensi negara Asia-Afrika di Bandung tahun 55 untuk memperjuangkan hak bangsanya," pungkasnya.
Asia-Afrika Students Conference berlangsung hingga 31 Juli 2024. Selain akademik juga digelar kegiatan non akademik yaitu mengenalkan dan mempromosikan kebudayaan indonesia dengan memberikan culture tour berkunjung ke Candi Borobudur, dan mengelakan aktivitas kebudayaan Indonesia. Kemudian ada juga, culture of night yaitu para peserta akan menampilkan merepresentasikan budaya mereka masing-masing.
Direktur Kerjasama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Witjaksono Adji menambahkan, melalui acara ini pihaknya ingin urun rembug, karena masalah lingkungan penting dihadapi semua negara. Menurutnya dibutuhkan kerjasama, khususnya antara negara belahan selatan dan sesama negara berkembang, sehingga kebijakan tidak hanya didominasi negara barat.
"Senang sekali bisa berpartisipasi, salah satu kegiatan konkrit walaupun dalam konsep mahasiswa. Karena masa depan di tangan generasi mereka, jika sejak awal sudah ada rasa keterikatan, bersatu sesama negara tentu memupuk kebersamaan di kemudian hari," pungkasnya. (*)
| Organda Semarang Usul Hapus Pertalite Asal Transportasi Massal Digratiskan |
|
|---|
| Sosok Madina Gadis Tunarungu di Semarang, Jadi Desainer Hasil Otodidak, Ngaku Sempat Diremehkan |
|
|---|
| Polder Tawang dan Tanjungmas Jadi Sarang Ikan Sapu-sapu, Pemkot Semarang Mulai Lakukan Pemetaan |
|
|---|
| Gadis 15 Tahun di Semarang Utara Diduga Dibakar Pamannya, Polisi Kejar Pelaku |
|
|---|
| Duduk Perkara Remaja 15 Tahun asal Semarang Diduga Dibakar Pamannya karena Menolak Disuruh Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Mahasiswa-dari-18-negara-di-kawasan-Asia-Afrika-berkumpul-mengikuti-Asia-Af.jpg)