Berita Cilacap
158 Orang Keracunan Massal di Cilacap Sudah Banyak yang Sembuh Tapi Penyebabnya Belum Diketahui
Kasus keracunan massal menimpa ratusan warga desa Prapagan, kecamatan Jeruklegi, Cilacap beberapa hari lalu.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kasus keracunan massal menimpa ratusan warga desa Prapagan, kecamatan Jeruklegi, Cilacap beberapa hari lalu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Cilacap, total hingga Rabu (7/8/2024) sore ada 158 orang yang merasakan gejala keracunan seperti pusing, sakit perut, mual, muntah hingga diare.
Meskipun jumlah korban bertambah 1 orang dari jumlah sebelumnya yakni 157 orang, namun korban yang masih dirawat di faskes terdekat jumlahnya berkurang.
Sekretaris Desa Prapagan, Mustiyani Dewi Kurniasih mengungkapkan bahwa korban keracunan di Desa Prapagan kondisinya kian membaik.
Bahkan per Rabu (7/8/2024) sore jumlah korban yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas tersisa 47 orang saja dari jumlah semula sebanyak 76 orang.
"Kalau melihat dari kondisi di desa sepertinya sudah tidak ada penambahan korban lagi.
Alhamdulillah disini juga membaik dan banyak yang sembuh, yang sudah pulang dari rumah sakit per Rabu sore ada 29 orang," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com
Lebih lanjut Mustiyani menyebut, 47 korban yang masih mendapat perawatan medis di sejumlah faskes di Banyumas dan Cilacap.
Seperti di RSU An Ni'mah Wangon ada sebanyak 21 orang yang dirawat inap.
Di RSUD Cilacap ada 12 orang yang dirawat dan di RSI Fatimah Cilacap ada 11 orang.
Kemudian di Puskesmas Jeruklegi I ada tersisa 1 orang yang dirawat inap serta di Klinik Menara Gading Wangon ada 2 orang.
"Alhamdulillah banyak yang sudah diperbolehkan pulang. Kalau informasi dari warga sini yang sudah pulang dari rumah sakit pun kondisinya sudah membaik," kata dia.
Meskipun kondisi warga terdampak keracunan terus membaik, namun kata Mustiyani petugas kesehatan dari Puskesmas Jeruklegi II masih standby membuka posko kesehatan di balai desa.
Saat ini petugas kesehatan dari Puskesmas Jeruklegi II juga fokus melakukan penjemputan warga dari rumah sakit.
"Posko kesehatan di balai desa masih ada, petugas juga fokus melakukan penjemputan korban, termasuk dari dari sohibul hajat juga menyediakan mobil untuk penjemputan," kata Mustiyani.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan warga desa Prapagan, Cilacap mengalami gejala keracunan usai menyantap bingkisan nasi dari acara aqiqah pada Sabtu (3/8/2024) lalu.
Mereka mulai mengalami gejala keracunan pada Minggu (4/8/2024) dini hari.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab keracunan massal tersebut, namun sampel air dan makanan dari acara aqiqah sudah dikirim tim Dinkes, PP dan KB Kabupaten Cilacap ke Labkesda Provinsi. (pnk)
| Longsor di Cimanggu Cilacap Tutup Akses Jalan Desa, 3 Rumah Terancam Ambruk |
|
|---|
| Masuk Kloter Akhir, 1.280 Lebih Jemaah Haji Cilacap Bersiap Menuju Tanah Suci |
|
|---|
| Januari hingga Maret 2026, Stasiun Cilacap Layani 107.793 Penumpang |
|
|---|
| Aksi Cepat Damkar Cilacap, HP Milik Bocah 11 Tahun Berhasil Dievakuasi dari Celah Rel Kereta |
|
|---|
| Setelah 9 Bulan “Menghilang”, Ikan Layur Kembali Sapa Nelayan Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Korban-keracunan-massal-saat-mendapat-perawatan-medis.jpg)