Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Masa Tembus Level 7.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat all time high (ATH) terbaru mencapai 7.538,16 pada perdagangan Selasa (20/8)

Penulis: Vito | Editor: Catur waskito Edy
KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG
Seorang karyawan melihat pergerakan harga saham pada layar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat all time high (ATH) terbaru mencapai 7.538,16 pada perdagangan Selasa (20/8), meski ditutup lebih rendah daripada angka rekor itu.

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, IHSG naik 0,90 persen atau 67,15 poin ke 7.533,98. Angka itupun menjadi rekor penutupan perdagangan tertinggi IHSG sepanjang masa.

Seluruh indeks sektoral menguat bersama dengan IHSG. Sektor barang konsumsi nonprimer melonjak 1,65 persen, sektor keuangan melesat 1,60 persen, sektor kesehatan melompat 1,25 persen, sektor perindustrian terbang 0,99 persen, sektor properti dan real estat melaju 0,98 persen.

Sektor infrastruktur naik 0,90 persen, sektor barang konsumsi primer naik 0,81 persen, sektor transportasi dan logistik menanjak 0,52 persen, sektor teknologi menguat 0,25 persen, sektor barang baku menguat 0,21 persen, dan sektor energi naik 0,10 persen.

Head Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi memperkirakan, IHSG pada Rabu (21/8) akan bergerak menguat cenderung terbatas dalam rentang level support 7.430 dan resistance 7.950, dengan indikator RSI menunjukkan IHSG mulai jenuh beli atau overbought.

"Sehingga kami mengantisipasi terjadinya profit taking dengan tetap menjaga level support saat ini," katanya, kepada Kontan.co.id, Selasa (20/8).

Audi menyebut, sentimen dari rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan akan menguntungkan pasar seiring dengan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai terdampak. Hal itu terlihat dari kenaikan tingkat pengangguran AS yang meningkat menjadi 4,3 persen atau di atas ekspektasi pasar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan, IHSG akan melanjutkan rally dan berupaya menguji resistance di level 7,575 pada Rabu (21/8).

Secara teknikal, ia berujar, IHSG membentuk pola rising window yang memberikan sinyal bullish kuat, serta mengindikasikan potensi lanjutan penguatan.

Alrich menuturkan, pasar akan menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diadakan pada Rabu (21/8), dengan suku bunga acuan diprediksi akan tetap ditahan pada level 6,25 persen.

Menurut dia, fokus utama pasar dari RDG BI kali ini adalah pernyataan dari BI mengenai kapan waktu mulai menurunkan suku bunga, serta seberapa besar ruang pemangkasan yang mungkin bisa terjadi.

Hal itu mengingat iklim ekonomi global saat ini cukup positif, serta didukung oleh data fundamental ekonomi Indonesia yang juga cukup solid. Selain itu, nilai tukar rupiah telah menguat ke level Rp 15,430 per Selasa (20/8).

Prospek pasar

Dari sisi global, Alrich menyatakan, saat ini pasar tengah menantikan dua pertemuan yang akan menjadi acuan dalam memprediksi arah kebijakan moneter dan prospek pasar ke depan.

FOMC Minutes dijadwalkan pada Rabu (21/8), bersamaan dengan Jackson Hole Symposium di hari yang sama. Setelah rilis data penjualan ritel di AS yang sedikit meredakan kekhawatiran akan resesi, pasar kini berharap bahwa FOMC

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved