Berita Viral
Janji Polisi Myanmar ke WNI Korban Penganiayaan dan Penyekapan, Tapi Bohong
Janji polisi Myanmar yang sempat datang ke lokasi Hendri (27), WNI korban penipuan kerja yang kini diduga disekap dan disiksa di Myanmar
TRIBUNJATENG.COM - Janji polisi Myanmar yang sempat datang ke lokasi Hendri (27), WNI korban penipuan kerja yang kini diduga disekap dan disiksa di Myanmar.
Polisi tersebut berkata akan menjemput Hendri dalam waktu dua hari.
Namun kenyataannya janji tersebut tak terbukti.
Baca juga: Instagram Andre Rosiade Mertua Pratama Arhan Diserang, Warganet: Urus Anak Dulu Pak
Baca juga: Kata Pihak Pengadilan Agama Kudus Soal Pelecehan Seksual 3 Mahasiswi Magang, Terduga Pelaku Mundur
Informasi tersebut diungkapkan oleh Yohanna (35), sepupu Hendri, yang sempat terhubung melalui panggilan telepon dengan Hendri pada Sabtu (17/8/2024).
"Awalnya Hendri udah senang karena ada polisi Myanmar datang ke tempat dia untuk cek fisik semua tawanan termasuk orang India juga dicek fisik.
Terus kata polisi Myanmar, nanti dua hari lagi kalian akan dijemput," kata Yohanna saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (21/8/2024) pagi.
Hendri semula optimistis setelah mendapatkan informasi tersebut dan berharap akan dijemput dua hari kemudian, yaitu sejak Rabu (14/8/2024).
Namun, Yohanna melanjutkan, Hendri mulai meragukan informasi tersebut karena pihak yang diduga polisi Myanmar tidak hanya bersikap baik kepadanya, tetapi juga akrab dengan tentara yang menjaga lokasi penyekapan Hendri.
"Hendri juga bilang polisi Myanmar itu baik sama dia, tapi polisi itu juga akrab sama tentara-tentara yang jaga dia di situ.
Makanya Hendri juga enggak ngerti apa maksud dan tujuan mereka (polisi) di sana," tambah Yohanna.
Hendri cukup yakin bahwa orang yang mendatanginya adalah polisi karena mereka mengenakan seragam hitam dengan logo polisi.
Namun, hingga saat ini, Hendri masih disekap di lokasi yang sama.
"Tapi Hendri juga enggak tahu dijemput dalam arti apa. Dijemput mau dibebaskan atau dijemput untuk apa. Iya, masih (di lokasi penyekapan)," imbuh Yohanna.
Untuk diketahui, Hendri Ardiansyah (27) diduga disekap di Myanmar oleh kelompok penipu yang menawarkan pekerjaan di Thailand dengan gaji sebesar Rp 150 juta.
Pihak keluarga Hendri diminta uang sebesar Rp 478 juta untuk memastikan keselamatan Hendri.
“Tujuannya sih untuk kerja, diajak sama temannya yang bernama Risky. Kalau enggak salah, dia berangkat tanggal 11 Juli. Hendri dijanjiinnya sebagai staff company, dengan diiming-imingi gaji lumayan besar lah, sampai akhirnya berangkat ke sana. Gajinya 10.000 USD,” kata Daniel (39) sepupu korban saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/8/2024). ( Kompas.com )
| Nasib Raffa Mencicil Rumah Hingga Rp 840 Juta Cuma Dianggap Biaya Sewa |
|
|---|
| Viral Sekelompok Pria Bermasker dan Berpakaian Serba Hitam Cegat Mobil, Ternyata Polisi |
|
|---|
| Alasan Agus Suyanto Nekat Bakar Rumah Orang Tua, Sakit Hati Disuruh Pergi Merantau Demi Masa Depan |
|
|---|
| Viral Warga Desa Wanatawang Brebes Urus KK dan Akta Dipalak Rp200 Ribu, Begini Kronologinya |
|
|---|
| Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, Fadly Alberto Hengga Langsung Dicoret dari Timnas |
|
|---|