Berita Jakarta
OJK Yakin Penggunaan AI Tak Kurangi Kebutuhan SDM Perbankan
Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor perbankan yang mulai marak, memunculkan ketakutan hal itu bakal berdampak pada pengurangan
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor perbankan yang mulai marak, memunculkan ketakutan hal itu bakal berdampak pada pengurangan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae berpendapat, pengembangan teknologi seperti AI bukan berarti kebutuhan SDM jadi berkurang.
Menurut dia, hal itu justru dinilai bakal membuat bank membutuhkan SDM-SDM baru yang bisa mengembangkan teknologi yang dimiliki.
"Contohnya beberapa bank yang saat ini memiliki superapp, bank-bank itu justru membutuhkan sekitar 200 hingga 300 SDM untuk menciptakan dan berinovasi atas pengerjaan superapp tersebut," katanya, Selasa (20/8).
Yang berbeda, Dian melihat, SDM-SDM yang dimiliki perbankan itu harus mampu beradaptasi dengan mengembangkan skill-nya. Dalam hal ini, karyawan perlu dilatih dari bentuk bisnis yang tradisional menjadi paham atas kehadiran teknologi.
“Jadi artinya memang persoalan tenaga kerja kita itu lebih banyak terkait dengan masalah transformasi-transformasi dari skill yang dibutuhkan sebetulnya,” ujarnya.
Dian menuturkan, implementasi AI di sektor perbankan telah sejalan dengan arah pengembangan perbankan Indonesia, sebagaimana telah dicanangkan oleh OJK dalam roadmap pengembangan perbankan Indonesia tahun 2020-2025.
Menurut dia, inovasi bank melalui penerapan teknologi semacam itu diharapkan mampu menjaga bank agar tetap relevan di pasar. Dengan harapan juga membuka peluang kolaborasi antara bank dengan pihak lain dalam ekosistem keuangan digital.
Terlebih, Dian mengutip survei McKinsey & Company pada tahun 2023 yang mengungkapkan pemanfaatan AI di sektor jasa keuangan tersebar pada fungsi layanan, pemantauan risiko, dan fungsi pengembangan produk.
“Lebih lanjut, pemanfaatan generative AI pada industri perbankan diproyeksi memberikan kenaikan pendapatan sekitar 2,8-4,7 persen,” jelasnya. (Kontan/Adrianus Octaviano)
Baca juga: IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Masa Tembus Level 7.500
Baca juga: Mantan PM Bangladesh Hadapi Penyelidikan Kasus Pembunuhan Massal terkait Demo
Baca juga: Ditulis 4 Bulan Setelah Kematian Putri Diana, Surat Raja Charles III Bikin Terenyuh
Baca juga: Buah Bibir : Nabila Taqiyyah Dijadwalkan Tampil di PON
Seusai Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Rel Kereta, Ini Fakta Terbarunya |
![]() |
---|
IHSG Hari Ini Naik ke 7.936,17, Saham PGEO dan MBMA Jadi Pendorong Utama |
![]() |
---|
Alasan PDIP Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD Jawa Tengah, Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya? |
![]() |
---|
Bahaya Asbes di Indonesia: Sengketa Hukum, Korban, dan Desakan Pelarangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.