Universitas Muhammadiyah Purwokerto
UMP Gaungkan Gerakan Anti Ghibah: Apa Dampaknya bagi Mahasiswa dan Dosen?
UMP luncurkan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) anti-ghibah. Inisiatif ini ajak mahasiswa dan staf tingkatkan moral.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) baru saja meluncurkan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) dengan tema anti-ghibah. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih beretika dan berlandaskan moral Islami. Acara ini dibuka dengan Tadarus Al-Quran dan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Fathurohman, yang menekankan pentingnya menjauhi perilaku buruk seperti ghibah dan ejekan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Apa saja poin penting dari gerakan ini dan bagaimana dampaknya terhadap komunitas kampus?
TRIBUNJATENG.COM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar peluncuran Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) yang bertujuan untuk mengurangi praktik ghibah atau menggunjing di lingkungan kampus.
Acara ini diinisiasi oleh Biro Humas dan Protokoler, Biro Publikasi Admisi, dan Sekretariat Rektor UMP, dan berlangsung di Studio Biro Humas dan Protokoler Gedung Smart Creative Center Kampus I UMP.
Peluncuran ini dihadiri oleh Sekretaris LPPI UMP, Ustaz Fathurohman, SPt, yang memberikan tausiyah utama.
Ustaz Fathurohman mengawali acara dengan mengajak para peserta untuk merenungi Surat Al-‘Ashr, yang menegaskan bahwa setiap manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran.
Menurutnya, perilaku ghibah tidak hanya merusak hubungan antar sesama, tetapi juga mencerminkan kurangnya kualitas keimanan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Fathurohman menekankan pentingnya menjauhi kebiasaan buruk seperti mencela, merendahkan, dan mengejek orang lain.
Ia mengutip ayat Al-Quran yang melarang perbuatan ini, dengan mengingatkan bahwa seringkali orang yang direndahkan justru lebih baik di sisi Allah.
Ustaz Fathurohman juga membawakan hadits Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan bagaimana orang yang rajin beribadah bisa saja bangkrut di Hari Kiamat karena sering mencela dan berbuat zalim terhadap orang lain.
“Pahala dari shalat, puasa, dan zakat mereka akan diambil untuk menebus dosa-dosa fitnah dan zalimnya, dan jika pahala tersebut habis sebelum semua dosa terbayar, maka dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya,” jelas Ustaz Fathurohman, memperingatkan agar peserta menghindari perbuatan semacam itu.
Kepala Biro Humas dan Protokoler UMP, Irfan Fatkhurohman, MPd, menekankan bahwa GJDJ tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aspek spiritual dan moral mahasiswa, tetapi juga staf.
"Gerakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islami," ujarnya.
Irfan juga menambahkan bahwa peluncuran GJDJ merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen UMP terhadap pendidikan yang holistik.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengamalkan ajaran yang disampaikan dalam acara ini, sehingga dapat membantu membangun masyarakat kampus yang lebih adil dan bertanggung jawab.
Acara ditutup dengan doa dan komitmen bersama dari peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan, serta menjaga kampus UMP sebagai lingkungan yang bebas dari perilaku ghibah dan bentuk-bentuk kezaliman lainnya.
Baca juga: 188 Perawat Baru UMP Siap Mengabdi: Sumpah Profesi sebagai Komitmen Profesional
| Halal bi Halal UMP Purwokerto: Perkuat Silaturahmi dan Sinergi PTKIS se-Jateng |
|
|---|
| UMP Purwokerto Tuan Rumah Lomba Kompetensi Siswa Dikmen ke-34 Jateng |
|
|---|
| Dosen FEB UMP Purwokerto Jalankan Pengabdian Internasional dengan PCIM Tiongkok |
|
|---|
| 2 Dosen UMP Purwokerto Jadi Pemateri di KBRI Beijing Tiongkok |
|
|---|
| 9 Mahasiswa UMP Purwokerto Jalani International Program di Universiti Malaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/UMP-Gaungkan-Gerakan-Anti-Ghibah.jpg)