Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Tradisi Guyang Cekhatak Digelar Lagi, Ratusan Warga Selamatan 2 Menu Ini di Lereng Gunung Muria

ayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) kembali menggelar tradisi budaya Guyang Cekthak pada, Jumat (30/8/2024). 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies


"Jadi banyak tujuan terkait tradisi Guyang Cekathak. Pertama, nguri-uri apa yang dilakukan Sunan Muria pada masanya supaya generasi penerus mengerti. Selain itu bentuk penghormatan kepada Sunan Muria, juga ritual meminta keberkahan hujan, kalau biasanya dengan salat Istiaqo' di sini dengan cara ramah tamah dalam tradisi Guyang Cekathak," tuturnya.


*Dilengkapi dengan Selametan Rasa Syukur Warga*


Mastur menyebut, pelengkap dari pelaksanaan tradisi Guyang Cekathak adalah Sedekah Sendang Rejoso.


Sedekah yang dimaksud berupa selamatan menyantap nasi dengan lauk gulai kambing dan daging ayam di kawasan Sendang Rejoso. Dilengkapi dengan sayuran (kluban) dari daun kelor, daun Dadap, dan daun mengkudu. Tiga jenis daun yang dipilih konon salah satu pesan Sunan Muria, mengingat banyaknya kandungan untuk kesehatan yang ada di dalamnya. 


Pelaksanaan tradisi Guyang Cekathak dan Sedekah Sendang Rejoso tahun ini diikuti kurang lebih 300-an peserta. Terdiri dari 150-200 warga membawa nasi berkat, ditambah peziarah, pedagang, pelajar, mahasiswa, hingga tukang ojek ikut serta selamatan bersama. 


"Selamatan ini bentuk rasa syukur warga, masing-masing membawa nasi berkat untuk dimakan bersama-sama saat pelaksanaan tradisi," tutur dia. 


Selain selamatan menggunakan alas daun jati, terdapat juga tradisi pamungkas berupa tabur cendol dawet atau hujan dawet di Sendang Rejoso. 


Cendol dawet yang telah disiapkan ditaburkan serentak ke arah atas, menyerupai terjadinya hujan cendol dawet. 


Tradisi ini representasi kegiatan menawu (menguras) kubangan kecil di Sendang Rejoso ketika musim kemarau. Bertujuan membersihkan kubangan tersebut agar bersih kembali dan siap menampung lebih banyak air Sendang Rejoso.


"Dalam proses menawu kubangan air Sendang Rejoso ini dilakukan sampai bersih termasuk menawu lumut atau cendol-cendol yang ada di kubangan air. Kemudian diaplikasikan dalam bentuk menabur cendol dawet, bagian dari ikhtiar meminta hujan dari warga Lereng Muria," tutur dia. (Sam)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved