Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Di Wadas Kelir Banyumas, Kreativitas Membanjir, Harapan pun Terukir

Berdiri sejak 2013, RKWK sudah sebelas tahun membersamai anak-anak dan remaja setempat menumbuhkan semangat belajar dan mengembangkan kecerdasan.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
Dokumentasi Rumah Kreatif Wadas Kelir
Nur Hafidz (ketiga dari kanan) berfoto bersama para relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Creativity is intelligence having fun. Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang.” 

Kutipan kata mutiara yang diatribusikan pada Albert Einstein tersebut sangat cocok disandangkan kepada para relawan penggiat pendidikan di Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK), Kabupaten Banyumas.

RKWK yang beralamat di Jalan Wadas Kelir, RT 07 RW 05 Kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan merupakan lembaga pendidikan yang terutama bergerak dalam pengembangan kreativitas anak di bidang literasi kebahasaan, sastra, dan seni.

Baca juga: Geladian Pramuka Sako Maarif NU Cabang Banyumas Digela di UIN Saizu Purwokerto

Baca juga: Skybridge Fashion Walk: Ketika Stasiun Purwokerto Menjadi Panggung Batik Banyumas

Berdiri sejak 2013, RKWK sudah sebelas tahun membersamai anak-anak dan remaja setempat menumbuhkan semangat belajar dan mengembangkan kecerdasan.

Hal itu dilakukan lewat kegiatan-kegiatan edukasi yang kreatif dan menyenangkan.

Salah satu relawan RKWK adalah Nur Hafidz (26). Berkat kiprahnya di bidang pendidikan bersama RKWK, putra daerah asli Banyumas ini mendapatkan penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.

Berikut kisahnya.

Belajar, Mengabdi, dan Berkarya

Meski RKWK sudah didirikan sejak 2013, Nur Hafidz baru bergabung menjadi relawan pada 2016.

Sebab, meski merupakan pribumi Karangklesem, dia lebih banyak menghabiskan masa kecil dan remaja di pondok pesantren.

Keterlibatannya dengan RKWK baru terjadi pada 2016 ketika Hafidz pulang kampung setelah lulus dari MAN 1 Purwokerto sekaligus mentas dari Pondok Pesantren Al Amien Purwokerto Wetan.

Perjumpaannya pada saat itu dengan Heru Kurniawan alias Pak Guru Heru (42), sosok pendiri RKWK, menjadi langkah awal Hafidz untuk aktif menebarkan manfaat di RKWK hingga kini.

Lewat peran Hafidz dan para relawan lain, RKWK yang bermula dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terus berkembang.

“Saat ini kegiatan RKWK ada dua lini, yaitu pendidikan dan ekonomi kreatif,” ucap dia kepada TribunJateng.com, Minggu (1/9/2024).

Lini pendidikan RKWK meliputi TBM, Komunitas Sastra, Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA/setara TK), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan program kesetaraan Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved