Stikes Telogorejo Semarang
DEMENTIA IN ELDERLY PEOPLE
DATA dari World Health Organization (WHO) dan Alzheimer’s Disease International Organization memaparkan jumlah total orang dengan demensia di seluruh
Disusun Oleh : Ns. Vivi Sovianti, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )
DATA dari World Health Organization (WHO) dan Alzheimer’s Disease International Organization memaparkan jumlah total orang dengan demensia di seluruh dunia pada tahun 2015 mencapai 47,5 juta dan berjumlah 22 juta jiwa yang kebanyakan terdapat di Asia.
Di Negara maju seperti Amerika Serikat saat ini didapatkan lebih dari 4 juta jiwa usia lanjut penderita Demensia. Jumlah ini akan terus meningkat hampir 4 kali pada tahun 2050.
Total kasus demensia baru setiap tahun di seluruh dunia berkisar 7,7 juta, artinya setiap 4 detik terdapat 1 kasus demensia diperkirakan akan terus naik jadi 75,6 juta pada tahun 2030 dan 135,5 juta pada tahun 2050 (WHO, 2015).
Peningkatan pesentase lansia akan terus meningkat setiap tahunnya, dan angka beban tanggungan juga akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah populasi lansia (Kemenkes RI, 2014).
Demensia merupakan sebutan untuk beberapa penyakit yang mempengaruhi daya ingat, berpikir, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Penyakit ini semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Penyakit ini terutama menyerang orang lanjut usia, namun tidak semua orang akan mengalaminya seiring bertambahnya usia (WHO, 2023).
Penyebab utama penyakit ini adalah perubahan otak yang tidak normal atau kerusakan sel otak, yang berdampak negatif pada perilaku, memori, dan kemampuan berpikir.
Meskipun situasi ini tidak termasuk dalam siklus penuaan, namun hal ini telah mendapatkan kesadaran secara global karena prevalensinya yang meningkat belakangan ini. Faktor risiko lain untuk mengembangkan demensia termasuk genetika dan faktor yang berkontribusi terhadap risiko kardiovaskular.
Masalah-masalah seperti ini memerlukan pemberian pengobatan yang berpusat pada pasien kepada pasien. Dalam situasi ini, layanan kesehatan umum mungkin tidak memadai, dan pemberi layanan mungkin memerlukan pelatihan yang sesuai untuk memberikan perawatan yang efektif (National Academies Press, 2018).
Kebutuhan layanan kesehatan maksimal bagi lansia sangatlah kompleks karena penyakit, penyakit penyerta, atau disabilitas, termasuk masalah kesehatan jangka panjang atau kesehatan mental dan fisik. Berbagai panti jompo dan panti jompo membantu merawat para lansia, terutama mereka yang memiliki kebutuhan medis khusus.
Di antara kebutuhan medis khusus tersebut, demensia merupakan salah satu kondisi medis yang memerlukan perawatan luar biasa bagi penderitanya untuk mencegah dampak buruk dari situasi yang biasa mereka hadapi.
Demensia adalah suatu kondisi kesehatan yang melibatkan gangguan daya ingat dan berpikir akibat cedera atau kerusakan otak yang menyebabkan penyakit.
Orang lanjut usia menderita berbagai penyakit, yang menyebabkan cacat kognitif dan penyakit jangka panjang serta secara langsung mempengaruhi kualitas hidup pasien.
Mengingat gangguan kognitif yang disebabkan oleh demensia pada lansia, sulit bagi penyedia layanan untuk secara akurat menilai dampaknya terhadap setiap individu untuk merumuskan rencana perawatan yang berpusat pada individu (Aggarwal, Chaware & Aggarwal, 2022).
| Mengenal Perbedaan Expire Date dan Beyond Use Date |
|
|---|
| Seberapa Penting Sih Memilih Kampus Dilihat dari Fasilitas? |
|
|---|
| Stress Kerja Melanda, 2-Mind Solusinya |
|
|---|
| Deteksi Dini Kanker Payudara, SADAR DIRI dengan SADARI dan SADANIS |
|
|---|
| Resmi Dilantik, HIMAFAR STIKES Telogorejo Semarang Siap Jalankan Kepengurusan 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ns-Vivi-Sovianti-MKep-Dosen-S-1-Keperawatan-STIKES-Telogorejo-Semarang.jpg)