Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Slawi

Segalon Harapan, Warga Sesepan Bersyukur Terima Bantuan Air Bersih dari PMI Tegal

Warga Desa Sesepan, Kecamatan Balapulang yang terdampak kekeringan mendapat bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: raka f pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Warga Desa Sesepan, Kecamatan Balapulang yang terdampak kekeringan mendapat bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, pada Kamis (12/9/2024). 

Kehadiran satu mobil tangki PMI Kabupaten Tegal yang membawa 6.000 liter air bersih ini sudah ditunggu-tunggu oleh warga. 

Mereka membawa wadah (tempat) untuk air bersih, seperti ember, jeriken, galon isi ulang dan lain-lain. 

Baca juga: Kekeringan Melanda Batang, BPBD Salurkan 55.000 Liter Air Bersih untuk 7 Kecamatan

Warga tertib antre untuk mendapatkan air bersih tanpa berebut. 

Semuanya tertib dan saling bergantian mengalirkan air bersih dari mobil tangki menggunakan selang, dan dialirkan ke wadah masing-masing sampai penuh. 

Relawan PMI Kabupaten Tegal dan Sekretaris Desa Sesepan juga ikut membantu proses pembagian air bersih. 

Warga Desa Sesepan, Kabupaten Tegal terlihat sedang mengisi galon berisi air bersih 2
Warga Desa Sesepan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal terlihat sedang mengisi galon berisi air bersih yang baru saja didapat dari mobil tangki bantuan dari PMI Kabupaten Tegal, pada Kamis (12/9/2024).

Warga Desa Sesepan Murniati, mengaku kondisi kekeringan sudah mulai dialami warga sejak dua bulan terakhir. 

Kondisi tersebut biasa dialami setiap tahunnya terutama ketika musim kemarau

Sehingga dengan adanya bantuan air bersih dari PMI Kabupaten Tegal dikatakan Murniati sangat membantu warga, khususnya yang terdampak kekeringan

"Sebelumnya kami juga sudah pernah dapat bantuan air bersih dari PMI Kabupaten Tegal dan ini dapat lagi. Ya alhamdulillah, sangat bersyukur karena dapat bantuan air bersih lagi. Tadi saya menggunakan galon isi ulang untuk mengambil air bersih. Ketika dapat bantuan seperti ini, ya paling tidak bisa untuk penggunaan satu hari saja. Biasanya digunakan untuk masak, minum, mencuci dan lain-lain. Sedangkan hari-hari setelahnya misal air sudah habis, ya saya mengambil di tempat ledeng yang ada di desa," jelas Murniati, pada Tribunjateng.com. 

Sementara itu, warga Desa Sesepan Abdul Wahid, menceritakan hal yang sama yaitu kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak dua bulan terakhir. 

Kondisi tersebut hampir setiap tahun dialami oleh warga terutama ketika musim kemarau

Selain mendapat bantuan air bersih dari PMI Kabupaten Tegal, Abdul Wahid juga mengaku sebelumnya dapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal

Wahid menuturkan, dia sudah mengambil air bersih sekitar 10 kali dengan cara mengangkut menggunakan jeriken. 

Jumlah tersebut biasanya hanya bertahan untuk sehari saja, karena selain digunakan untuk masak dan minum juga untuk mandi. 

Mengingat kondisi yang dialami benar-benar kekeringan

"Paling ini siang ambil, nanti malam sudah habis. Karena biasanya digunakan untuk masak, minum dan mandi juga. Ya saya sangat merasa terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini, terima kasih PMI Kabupaten Tegal," ujar Wahid. 

Masih di lokasi yang sama, Relawan PMI Kabupaten Tegal Catur, mengungkapkan pihaknya masih terus mendistribusikan bantuan air bersih selagi ada permintaan dari desa. 

Sehingga tidak ada target khusus menyalurkan bantuan sampai kapan, atau dalam jumlah sekian liter, melainkan terus berlangsung sampai kondisi membaik atau tidak kekeringan lagi. 

Adapun sejauh ini, PMI Kabupaten Tegal sudah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa di lima kecamatan, di antaranya seperti Desa Sesepan, Harjawinangun, Harjosari, Suradadi, Jatimulya, Jatinegara, dan lain-lain. 

"Dalam satu hari biasanya kami menyalurkan bantuan air bersih sampai 12.000 liter atau dua kali angkut, karena kapasitas satu truk tangki 6.000 liter. Total kami sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 19 kali ke beberapa desa," ungkap Catur. 

Terpisah, Kades Sesepan H Setyabudi menambahkan, kondisi kekeringan memang sering terjadi setiap tahun dan kali ini melanda tiga RT yaitu RT 01/RW 04, RT 04/RW 01 dan RT 03/RW 01 dari total 15 RT. 

Dari tiga RT tersebut, warga yang terdampak kekeringan kurang lebih ada 180 KK. 

Selain warga yang terdampak kekeringan, menurut Setyabudi lahan pertanian yang ada di Desa Sesepan juga terkena dampak karena saluran irigasi dari Desa Danawarih tidak mengalir seperti biasanya. 

Baca juga: Sudah Ada 5 Desa di Kabupaten Jepara Alami Kekeringan

Luas lahan pertanian di Desa Sesepan yang terdampak kekeringan kurang lebih sekitar 30 hektar. 

Lahan pertanian tersebut sebelumnya ditanami padi dan jagung, tapi lambat laun hanya berisi tanaman tahunan seperti Palawija dan lain-lain. 

"Untuk kekeringan air bersih kurang lebih 10 hari terakhir. Sehingga saya langsung inisiatif memberitahu ke PMI Kabupaten Tegal untuk meminta bantuan air bersih. Bantuan bertahap, jadi total sudah empat kali ini kami menerima bantuan ari bersih. Selain dari PMI, juga ada dari BPBD Kabupaten Tegal," terang Setyabudi. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved