Berita Jateng
Bayang-bayang Dinasti Politik di Balik Bencana Rob Pekalongan
Akibat dari dinasti politik yang begitu luas adalah rusaknya integritas demokrasi. Alhasil, masyarakat menanggung dampaknya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdinding papan kayu, rumah pasangan Rohani (74) dan Nurjanah terletak di luar tanggul dengan pekarangan laut di Kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Rumah seluas 5x15 meter persegi itu langganan terendam banjir rob selama tiga bulan saat musim penghujan.
Tak hanya kediaman Rohani dan Nurjanah, tetangga mereka di RT 4 RW 7 mengalami hal serupa. Perbedaanya, tetangga dekat rumah mereka sudah pindah.
Baca juga: Sudaryono Tegas Tolak Istilah "Perang Bintang" di Pilkada Jateng 2024
Rohani beserta istri sesungguhnya ingin pindah dari wilayah itu. Sebab, di kawasan tersebut terdampak pembangunan tanggul program pemerintah daerah pada 2018 dan 2022 lalu.
Namun, harapan mereka tak kunjung direalisasikan oleh Pemerintah Kota Pekalongan.
“Kami sebagai masyarakat kecil hanya bisa berharap kepada pemerintah,” kata Rohani pada Senin, (19/8/2024).
Air laut masuk ke pemukiman warga, lahan pertanian, tempat usaha, hingga fasilitas umum di Pekalongan sepanjang tahun.
Banjir air laut yang melanda pesisir Pekalongan ini berdampak terhadap sekitar 2.000 lebih keluarga dengan luas sekitar 1.400 hektare di Kota maupun Kabupaten Pekalongan.
Warga Pekalongan lainnya, M. Riyanto, juga mengalami nasib yang sama dengan Rohani.
Dia harus mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk meninggikan rumah supaya tak terendam rob.
Untuk pindah rumah, pekerja bengkel ini mengaku tak memiliki uang sebanyak itu.
“Akhirnya hanya bisa bertahan,” tuturnya.
Ia pun menagih Wali Kota Pekalongan 2021-2024 Afzan Arslan Djunaid atau biasa Aaf yang hingga periode kepemimpinannya berakhir, janji semasa kampanye mengatasi banjir rob di Kota Batik itu tak kunjung terlaksana.
“Hanya janji-janji saja, pembuktian tidak ada,” kata Riyanto (46), Rabu, 7 Agustus 2024.
Riyanto tak hanya menagih janji Aaf, namun wali kota Pekalongan sebelumnya, Achmad Alf Arslan Djunaid alias Alex (almarhum) yang merupakan kakak Aaf dalam kampanyenya dulu selalu menggaungkan untuk bisa mengatasi banjir rob di Kota Pekalongan.
| Terbongkar! Sindikat Penyelundupan Sembunyikan 1.727 Kendaraan Ilegal di Gudang Klaten |
|
|---|
| Jawa Tengah Dikepung 162 Bencana, Ratusan Korban Tanah Gerak Masih Menanti Kepastian Hunian |
|
|---|
| Taj Yasin Dorong Percepatan Jambanisasi, Butuh Dukungan Pusat untuk 21 Ribu Rumah di Jateng |
|
|---|
| Taj Yasin Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, Jateng Berangkatkan 34.122 Jemaah |
|
|---|
| Targetkan 576 Ribu Bidang Usaha di Jateng Tersertifikasi Halal, Pemda Didorong Ikut Memfasilitasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Rohani-74-dan-Nurjanah-54-berdiri-di-depan-rumah-mereka.jpg)