Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dokter Tewas di Kamar Kos Semarang

Bongkar Kasus Perundungan PPDS Undip, Polda Jateng Periksa Saksi Ahli Autopsi Psikologi

Polisi meminta keterangan saksi ahli untuk membongkar kasus dugaan perundungan yang dialami Aulia Risma Lestari mahasiswi Program Pendidikan Dokter

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Polisi dan Tim Investigasi Kemenkes memberikan keterangan hasil rapat koordinasi yang membahas tindak lanjut dugaan kasus perundungan almarhum Aulia mahasiswi PPDS Undip di Mako Ditreskrimum Polda Jateng, Kota Semarang, Jumat (30/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polisi meminta keterangan saksi ahli untuk membongkar kasus dugaan perundungan yang dialami Aulia Risma Lestari mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).

Sementara, ada dua saksi ahli yang dimintai keterangan meliputi saksi ahli autopsi psikologi dan saksi ahli pidana. 

"Kami melakukan pemeriksaan saksi ahli untuk membuat kasus ini terang benderang dan mendapatkan petunjuk lebih lanjut," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Sabtu (28/9/2024).

Sejauh ini, penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum telah memeriksa sebanyak 43 saksi terdiri dari keluarga almarhum, teman-teman almarhum baik senior, satu angkatan, dan juniornya.

"Kami memeriksa pula dari Kementerian Kesehatan  karena Kemenkes melakukan investigasi kasus ini," imbuh Kombes Johanson.

Pihaknya juga telah membentuk tim gabungan dengan tujuan mempercepat penyelidikan.

Selain itu, kasus tersebut telah menjadi perbincangan di tingkat nasional.

“Kami dalam mempercepat penyelidikan telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari screnshoot kemudian ada voice note, kemudian ada petunjuk surat dokumen dan lain-lain,” katanya. 

Dirinya meminta pula kepada semua pihak untuk bersabar karena penanganan kasus yang dilaporkan keluarga Almarhum Dokter Aulia Risma ini butuh dengan ketelitian.

“Kami bekerja berupaya profesional, teliti, transparan dan tanggung jawab. Terlebih ada arahan Kapolda bahwa ini kasus harus dituntaskan secara transpraran dan hati-hati,” ungkapnya.

Di samping itu, ia mendorong semisal ada korban lain yang merasa mengalami perundungan hingga pemerasan selama menjalani PPDS segera ikut melaporkan.

Pihaknya memastikan akan melindungi dan menjaga privasi pelapor.

“Silahkan melaporkan kepada pihak berwajib untuk kami tindaklanjuti. Nanti, kami akan berkoordinasi dengan Kemenkes dan Kemendikbud demi jaminan keselamatan pada pelapor,” imbuhnya. (Iwn)

Baca juga: BTB Lakukan Comeback Dramatis, Taklukkan Loyola di Kuarter Akhir

Baca juga: Amar Bangga Bawa Api Obor Peparnas XVII di Karanganyar

Baca juga: Truk Pengangkut Biji Plastik Nyemplung Sungai, Sopir Diduga Ngantuk hingga Hilang Kendali

Baca juga: Jadi Prioritas RKPDes, Wisata Susur Sungai Lojahan Batang Ditargetkan 2025 Bisa Dinikmati Wisatawan 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved