Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Kasus Penemuan 7 Mayat Remaja di Kali Bekasi, 4 Hal Belum Terungkap

Tujuh mayat ditemukan di Kali Bekasi, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024). 

Tayang:
Tribunnews.com/Raynas
Penampakan tujuh jasad di Kali Bekasi, Minggu (22/9/2024) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tujuh mayat ditemukan di Kali Bekasi, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024). 

Kasus tersebut telah menemui titik terang.

Mereka bagian dari 60 remaja yang dibubarkan oleh pihak kepolisian dari sebuah gubuk depan Gudang Semen Merah Putih Jatiasih, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (21/9/2024).

Baca juga: 7 Jenazah Remaja di Kali Bekasi Berhasil Diidentifikasi, Penyebab Kematian Belum Diketahui

Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, telah mengumumkan hasil identifikasi ketujuh mayat tersebut.

Semuanya telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Polda Metro Jaya juga telah mengungkapkan, sebanyak tiga dari 22 remaja yang diamankan polisi telah ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa kasus penemuan tujuh mayat ini masih meninggalkan teka-teki.

Prosedur patroli

Sejauh ini, polisi belum menjelaskan bagaimana prosedur yang berlaku ketika Tim Patroli Perintis Presisi membubarkan sebuah kelompok.

Sebelumnya dikatakan, pembubaran 60 remaja dari sebuah gubuk atau biasa digunakan sebagai warung kopi itu berdasarkan patroli siber sebuah akun Instagram yang tengah siaran langsung.

Oleh karena itu, sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota mendatangi gubuk depan Gudang Semen Merah Putih Jatiasih, lalu membubarkannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi tak menampik bahwa setiap anggota dilengkapi perlengkapan, termasuk borgol hingga senjata.

“Ada, ada. Ada perlengkapan perorangan yang dibawa oleh anggota (saat Bubarkan tawuran). (Tetapi) patroli itu memberikan perlindungan, memberikan rasa aman, merespon cepat setiap pengaduan masyarakat,” ujar Ade di RS Polri Kramatjati, Kamie (26/9/2024).

Joko, bukan nama sebenarnya, dia turut tercebur ke Kali Bekasi bersama teman-temannya saat dibubarkan oleh polisi.

Saat polisi tiba, Joko panik dan berusaha melarikan diri, meninggalkan motornya yang terparkir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved