Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Grobogan

Detik-detik 86 Rumah Warga Grobogan Rusak Diterjang Angin Kencang Pada Rabu Petang

86 rumah warga di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah rusak diterjang angin kencang pada Rabu (2/10/2024).

Editor: rival al manaf
DOKUMEN BPBD GROBOGAN
Angin kencang memporak-porandakan permukiman dua desa di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2024) petang. 

TRIBUNJATENG.COM - 86 rumah warga di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah rusak diterjang angin kencang pada Rabu (2/10/2024).

Angin kencang itu menerjang dua desa di Kecamatan Toroh, sekitar pukul 17.45 WIB. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, tercatat 99 rumah di Desa Plosoharjo dan Tambirejo mengalami kerusakan bervariasi akibat diterjang angin berkekuatan dahsyat itu.

Baca juga: Jasa Tirta I Tebar Bibit Ikan dan Tanam Pohon di Waduk Kedungombo Grobogan

Baca juga: Sosok Purnomo, Warga Grobogan Yang Tersesat Hingga Dikira Buronan, Ternyata Depresi Dicerai Istri

 Plt Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Endang Sulistyoningsih, mengatakan, sebelum peristiwa angin kencang itu terjadi, hujan deras terpantau mengguyur wilayah Grobogan sejak sore.

Selain menyapu konstruksi puluhan bagian atap rumah warga, angin kencang juga merobohkan sejumlah pohon di perkampungan hingga menutup akses jalan.

Angin kencang juga dilaporkan merusak tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

"Hujan disertai angin kencang mengakibatkan genteng rumah bertebaran dan sejumlah pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa," kata Endang saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (3/10/2024).

Merujuk keterangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Grobogan, angin kencang telah merusak 86 rumah di Desa Plosoharjo dan 13 rumah di Desa Tambirejo.

Beberapa bangunan di antaranya bahkan remuk tertimpa pohon tumbang. "Mayoritas kerusakan pada bagian atap rumah," katanya lagi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Grobogan bersama Pemdes, TNI, Polri, PMI, relawan, dan warga telah bergotong-royong melaksanakan evakuasi dan pemotongan pohon tumbang.

Selain itu, petugas PLN juga sudah diterjunkan untuk melakukan perbaikan jaringan listrik yang sempat terputus.

"Pagi ini kerja bakti juga digiatkan untuk membersihkan puing-puing, perbaikan kerusakan rumah termasuk penyaluran bantuan logistik," kata dia.

Endang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama masa transisi peralihan musim kemarau ke penghujan.

BMKG Jawa Tengah sendiri telah merilis prediksi tentang awal musim hujan di wilayahnya yang akan dimulai pada akhir September hingga Oktober 2024.

Pemerintah daerah diharapkan untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi menghadapi musim hujan. "Masyarakat harus lebih berhati-hati," pungkas Endang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angin Kencang Sapu Dua Desa di Grobogan, 99 Rumah Rusak"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved