Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Pasar Tunggu Sentimen RDG BI, IHSG Diperkirakan Masih Melanjutkan Penguatan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,89 persen atau 67,29 poin ke level 7.626,95 pada perdagangan Selasa (15/10)

thikstock via Kompas.com
Ilustrasi bursa 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,89 persen atau 67,29 poin ke level 7.626,95 pada perdagangan Selasa (15/10). Sepanjang perdagangan IHSG juga bergerak di zona hijau.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat, secara teknikal IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 7.600 seiring dengan penyempitan negative slope pada indikator MACD yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.600 maka akan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.650 pada Rabu (16/10)," katanya, kepada Kontan, Selasa (15/10).

Dari sisi domestik, menurut dia, pasar menantikan pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan pada hari Rabu (16/10), untuk mengetahui arah kebijakan moneter serta kebijakan suku bunga acuan.

"Pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 6 persen pada pertemuan RDG BI tersebut," ujarnya.

Dari sisi global, Alrich menutrkan, pasar mengantisipasi rilis data exports dan imports price month on month (mom) di Amerika Serikat (AS) pada September 2024 yang dijadwalkan rilis di Rabu (16/10), sebagai acuan pasar dalam menilai kinerja perdagangan internasional Amerika di September 2024.

Pasar memperkirakan kinerja perdagangan internasional AS mengalami perbaikan di September 2024 seiring dengan exports price yang membaik menjadi minus 0,4 persen mom di September 2024 dari minus 0,7 persen mom di bulan sebelumnya, serta stabilnya imports price di level minus 0,3 persen di September 2024.

Dari Kawasan Eropa, dia menambahkan, pasar menantikan rilis data Inflasi di Inggris pada September 2024 yang dijadwalkan rilis di Rabu (16/10), sebagai acuan untuk mengetahui arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).

Pasar memperkirakan Inflasi di Inggris melandai ke level 1,9 persen year on year (yoy) di September 2024 dari 2,2 persen yoy di bulan sebelumnya.

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memperkirakan, IHSG pada Rabu (16/10), bergerak menguat dalam rentang level support 7.550 dan resistance 7.697, dengan MACD berpotensi terjadi golden cross dan RSI menguat ke atas level 50.

Berdampak positif

Ia berpandangan, jika BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada pertemuan Oktober 2024, hal itu akan berdampak positif untuk pasar.

"Saat ini selisih antara BI dengan FFR (The Federal Funds Rate) menjadi 75 bps, sehingga masih dapat menopang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," bebernya, kepada Kontan, Selasa (15/10).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG berpeluang berlanjut menguat pada Rabu (16/10), dengan support di 7.549 dan resistance 7.642.

"Kami perkirakan, investor akan menanti rilis BI Rate besok, dan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah," jelas Herditya kepada Kontan, Selasa (15/10).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved