Jawa Tengah
Desa "Atas Awan" di Jawa Tengah Kini Nikmati Akses Internet Cepat
Telkomsel berupaya memberikan akses internet berkualitas bagi masyarakat, termasuk di desa-desa.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Telkomsel berupaya memberikan akses internet berkualitas bagi masyarakat, termasuk di desa-desa.
Dalam upaya mencarikan solusi untuk permasalahan sinyal internet di Desa Pranten, Kabupaten Batang, Telkomsel berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memberikan akses internet bagi warga desa tersebut.
Warga Desa Pranten, yang terletak di ketinggian 1988 mdpl dan dikenal sebagai Desa di Atas Awan, kini dapat menikmati konektivitas yang sebelumnya tidak terjangkau.
Ella, Sekretaris Desa Pranten menceritakan perjuangan mereka sejak tahun 2017 untuk mendapatkan sinyal internet.
"Pada tahun 2017 pemerintah desa berjuang untuk mendapatkan signal internet, kami sampai mendatangi Dinas Kominfo dan Dinas lainnya untuk meminta bantuan, ternyata perjuangan ini tidak mudah, awalnya kami hanya mendapat bantuan Wifi di satu titik yakni di Kantor Desa," ungkapnya seperti dalam keterangannya melalui Telkomsel, Minggu (20/10/2024).
Ella lebih lanjut bercerita bahwa sebelumnya daerah tersebut benar-benar tidak terjangkau oleh signal internet.
"Hingga saat pandemi melanda, kami benar-benar merasa bahwa internet adalah kebutuhan pokok karena administrasi desa maupun proses belajar mengajar semuanya dilakukan secara online. Alhamdulillah saat itu kami bertemu dengan Pihak Telkomsel yang mau mensolusikan permasalahan dan kebutuhan kami," terangnya.
Warga Desa Pranten kini lega akhirnya bisa menikmati signal internet yang berkualitas. Desa yang yang terletak di perbatasan Dieng ini memiliki potensi alam mulai dari tanahnya yang subur hingga pemandangan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Manager NOP Pekalongan, Fanan Yosie Risdian menjelaskan, pihaknya kami mendapat informasi dari Dinas Kominfo bahwa ada satu desa terluar di Kabupaten Batang yang tidak memiliki jaringan internet.
Ia berujar, saat itu juga pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kominfo untuk segera melakukan pengecekan dan survey ke lokasi.
"Ternyata wilayah tersebut memang cukup jauh dari Tower Telkomsel yang ada, serta memiliki kontur alam yang sangat menantang yakni tanjakan-tanjakan ekstrem, melewati hutan dan berbukit-bukit," ungkapnya.
Singkat cerita Telkomsel bersama Dinas Kominfo dan Pemerintah Desa sepakat untuk bahu-membahu, berkolaborasi mensolusikan masalah tersebut dengan membangun BTS (Combat Minimalis) secara gotong royong.
Sejak saat itulah warga Desa Pranten bisa menikmati signal internet yang bekualitas sehingga proses pemerintahan di desa tersebut bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, serta kesejahteraan masyarakan melalui umkm dan parawisata semakin meningkat.
“Salah satu alasan kami mensolusikan permasalahan signal di desa Pranten ini bukan semata-mata karena tuntutan bisnis saja, namun hal ini juga merupakan salah satu bentuk meaning dan purpose kami di Telkomsel agar kami bisa terus manfaat bagi masyarakat luas," imbuhnya. (*)
| 17 Ribu Hektare Lahan Sawah di Jateng Beralih Fungsi Selama 2025, Produksi Beras Berpotensi Turun |
|
|---|
| Sosok Mayat Tanpa Identitas Diduga Korban Pembunuhan di Sragen, Janda Asal Blora |
|
|---|
| Kunjungan Wisata di Beberapa Daerah di Jateng Turun, Ekonomi Masyarakat Melemah |
|
|---|
| "Yang Bisa Gowes Silakan Gowes" Wali Kota Semarang Tanggapi Imbauan Gubernur Jateng |
|
|---|
| 1.490 Kasus Campak Jateng, Dinkes Minta Sisir Anak Tak Kena Imunisasi saat Pandemi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Perangkat-Desa-Pranten-dan-Tim-Telkomsel-Jawa-Tengah.jpg)