Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

"Yang Bisa Gowes Silakan Gowes" Wali Kota Semarang Tanggapi Imbauan Gubernur Jateng

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons wacana penghematan energi yang digaungkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
RESPON IMBAUAN GUBERNUR - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat silaturahmi kepada para Mantan Walikota, Selasa (31/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons wacana penghematan energi yang digaungkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Agustina menyatakan, Pemerintah Kota Semarang saat ini masih menunggu surat resmi terkait kebijakan tersebut.

Jika sudah menjadi instruksi, menurutnya pihaknya akan melaksanakan.

"Kita tunggu suratnya. Kalau itu merupakan perintah ya kita laksanakan," kata Agustina, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Cemas Harga BBM Melambung, Rahmanto Buru-buru Isi Full Tank di SPBU Brangsong Kendal

Baca juga: 684 Petasan dan 76 Balon Udara Disita Polisi saat Syawalan di Pekalongan

Seperti diketahui, Ahmad Luthfi meminta para Bupati dan Wali kota serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan penghematan energi sebagai respon atas instruksi pemerintah pusat yang menyiapkan skema penghematan energi nasional di tengah kecamuk perang di Timur Tengah.

Luthfi menyiapkan langkah ekstrem soal penghematan energi, di mana Pemprov bakal meminta para jajaran Bupati, Wali kota, dan ASN untuk berangkat kerja naik sepeda atau transportasi umum. Bahkan, Luthfi menyediakan opsi untuk berangkat kerja sambil berlari.

Merespon hal itu, Agustina menyatakan jika kondisi tiap pegawai berbeda.

Agustina pun menyampaikan pilihan pribadinya dalam merespons wacana tersebut.

"Bagi teman-teman yang bisa gowes silakan gowes. Kalau saya, tak numpak 'naik' sepeda motor aja kali ya? Sepeda listrik," ucap Agustina dengan nada ringan.

Menurut Agustina, kebijakan penghematan energi sebaiknya difokuskan pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sehingga berbagai opsi, termasuk WFH, transportasi umum, maupun kendaraan listrik, dapat dipertimbangkan sesuai kondisi di lapangan.

Ia juga menyebut jika tidak semua ASN memiliki jarak tempuh yang ideal untuk bersepeda.

Bahkan, ia sempat berkelakar soal sulitnya pulang jika berangkat gowes dari rumah ke kantor yang cukup jauh.

"Yang rumahnya dekat-dekat sih iya. Kalau aku, rumahku di Banyumanik. Terus kantor aku di (jalan) Pemuda. Aku disuruh naik sepeda ya bisa turun, pulange piye? 'pulangnya bagaimana?" katanya mengundang tawa.

Dia menyebut, kebijakan seperti Work From Home (WFH) atau bahkan Work From Anywhere (WFA) sebaiknya dilihat sebagai alat untuk efisiensi energi, bukan sekadar tren kerja fleksibel.

"Intinya sebenarnya bukan WFH-nya. Intinya adalah efisiensi untuk bahan bakar. Itu yang nanti akan kita declare, kita rapatkan yang mungkin mengurangi jumlah bahan bakar yang selama ini dianggarkan untuk berapa tahun ini."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved