Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sumpah Pemuda

Inilah Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sejarah Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober. Hari Sumpah Pemuda termasuk dalam hari nasional yang bukan libur.

Tayang:
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Kemendikbud.go.id
Inilah Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 

Rapat kedua membicarakan masalah pendidikan oleh Poernamawoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, Djoko Sarwono dan Ki Hadjar Dewantara.

Rapat ketiga mulai 08.00 pagi di Gedung Indoneisische Clubgebouw (sekarang Museum Sumpah Pemuda).

Rapat itu membicarakan perkara Padvinderij oleh Ramelan, pergerakan pemuda Indonesia terhadap pemuda internasional oleh Mr Soenarion.

Dan putusan penutupan kerapatan.

Sebelum putusan kongres dibacakan, lagu Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman diperdengarkan.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas.

Kemudian kertas tersebut diberikan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario berpidato pada sesi terakhir.

Moehammad Yamin berbisik pada Soegondo "Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie."

(Saya mempunyai satu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini).

Kemudian Soegondo membubuhkan paraf setuju pada secarik kertas tersebut.

Kertas itu kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju.

Sumpah Pemuda menegaskan cita-cita akan ada di tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

Berikut bunyi sumpah pemuda:

POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan dengan namanja Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra). Pemoeda Indonesia Sekar Roekoen, Jong Islamietan, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved