Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otomotif

Ini Batas Ketinggian Banjir yang Masih Aman Diterjang Mobil, Perhatikan Roda dan Kendaraan Lain

Musim hujan di Indonesia sering kali menyebabkan genangan banjir, bahkan di jalan-jalan utama di kota besar seperti Jakarta.

Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM - Musim hujan di Indonesia sering kali menyebabkan genangan banjir, bahkan di jalan-jalan utama di kota besar seperti Jakarta.

Saat kondisi ini terjadi, banyak pengendara yang terpaksa harus melintasi genangan air untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Namun, tidak semua banjir aman untuk diterjang.

Mengingat dampak yang bisa ditimbulkan, penting untuk memahami batas aman ketinggian banjir yang masih bisa dilalui oleh mobil, serta potensi kerusakan yang bisa terjadi jika melewati batas tersebut.

Batas Ketinggian Banjir yang Aman untuk Mobil

Menurut Eko Sulistyo, Technical Leader dari Nasmoco Demak, batas aman bagi kendaraan untuk melewati banjir adalah ketika kedalaman air masih berada di sekitar setengah roda.

Batas ini merupakan parameter yang digunakan untuk menghindari kerusakan serius pada bagian-bagian penting mobil, seperti saluran udara, transmisi, dan gardan.

Eko menjelaskan bahwa jika air banjir lebih tinggi dari setengah roda, ada risiko air bisa masuk ke dalam bagian-bagian yang tidak seharusnya, seperti ruang bakar melalui saluran udara.

Selain itu, banjir yang terlalu tinggi dapat merusak beberapa komponen mesin dengan cara yang cukup fatal.

Jika kendaraan dipaksa menerobos air setinggi lebih dari setengah roda, air yang tersedot ke dalam ruang bakar bisa menyebabkan kerusakan mekanis besar, seperti piston bengkok atau patah, bahkan blok mesin yang pecah.

Hal ini terjadi karena massa air lebih berat daripada udara dan kabut BBM, sehingga ketika piston mengompresi, benturan hebat bisa terjadi.

Dampak Jika Melewati Banjir Lebih dari Setengah Roda

Jika kedalaman air melebihi batas aman tersebut, dampak kerusakan yang mungkin terjadi sangat besar.

Salah satunya adalah kerusakan pada sistem pembakaran. Air yang masuk ke dalam ruang bakar bisa menyebabkan "hydrolock," yaitu kondisi di mana mesin tidak bisa bekerja dengan baik karena air menggantikan udara dalam ruang bakar.

Hal ini bisa menyebabkan piston motor menjadi bengkok, atau bahkan blok mesin pecah, yang jelas berakibat fatal dan memerlukan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved