Berita Slawi
Pemkab Tegal Bentuk Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana, Sekda Tegaskan Hal Ini
Pemerintah Kabupaten Tegal membentuk Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana atau disingkat Kencana untuk mencegah dampak bencana alam.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka menyiapkan langkah strategis demi pencegahan dampak bencana alam, Pemerintah Kabupaten Tegal membentuk Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana atau disingkat Kencana.
Gerakan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegritas.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud, dalam sosialisasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), berlokasi di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, pada Kamis (7/11/2024).
Baca juga: Teknologi Padi Gogo Protani dan Pompa Air Panel Surya Solusi Atasi Dampak Bencana Alam di Bumiayu
Amir Makhmud menjelaskan, bencana alam yang disebabkan cuaca ekstrim seperti angin puting beliung, kekeringan, banjir, dan tanah longsor yang bisa kapan saja melanda wilayah Kabupaten Tegal menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, pembentukan gerakan Kencana dapat mengkoordinasikan upaya penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan jika terjadi sesuatu yang tak terkira.
Disisi lain, pemerintah juga tidak tinggal diam untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dalam sistem penanggulangan bencana.
"Kami (Pemkab Tegal) akan berupaya menghadirkan sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan aplikasi pelaporan bencana yang mudah diakses masyarakat. Harapannya informasi penting tentang potensi bencana bisa segera sampai ke warga, sehingga langkah antisipasi bisa segera diambil," jelas Amir Makhmud, pada Tribunjateng.com.
Amir Makhmud menegaskan, program Kencana bukan sekedar wacana melainkan kebutuhan nyata yang harus diwujudkan bersama untuk Kabupaten Tegal yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Kendati teknologi sudah secanggih apapun, sambung Amir Makhmud, tidak akan berarti tanpa partisipasi aktif dari masyarakat.
Sebab program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak.
"Saya menegaskan semuanya perlu membangun kesadaran kolektif bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. Sehingga saya berharap tidak hanya berakhir dipersoalan adminitrasi," tegas Amir.
Lewat sosialisasi program Kencana, Amir Makhmud juga berharap bisa menggugah para camat agar lebih paham tentang apa yang dilakukan saat terjadi bencana di wilayah masing-masing.
Baca juga: Demak Kategori Rawan Pemungutan Suara Susulan di Pilkada 2024, Penyebab Utamanya Bencana Alam
Sekda Kabupaten Tegal kembali menegaskan tangguh bencana ini penting dan perlu.
"Setelah sosialisasi ini, akan ada deklarasi tangguh bencana yang dikukuhkan secara langsung oleh bapak Pj Bupati Tegal Agustyarsyah," kata Amir.
Turut hadir dalam sosisalisasi tersebut, 18 camat se Kabupaten Tegal, relawan bencana dan narasumber yang didatangkan langsung dari Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana, dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri. (dta)
| Bupati Ischak Harap Muslimat NU Kabupaten Tegal Terus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Bawaslu Kab Tegal Awasi Agenda KPU Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan Data Partai Politik |
|
|---|
| Petani di Kabupaten Tegal Ikuti Praktik Menanam Tembakau, Punya Potensi 2-3 Ribu Hektare |
|
|---|
| Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid Dukung Perlindungan Pesisir Pantura Terpadu |
|
|---|
| Mensos RI Gus Ipul Apresiasi Inovasi Data Sosial Pemkab Tegal, Siap Jadi Percontohan Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sekda-Kabupaten-Tegal-Amir-Makhmud-saat-memberikan-sambutan-Gerakan-Kencana.jpg)