Debat Pilkada Jepara Memanas! Paslon Saling Sindir Strategi Atasi Defisit dan Pajak Daerah
Debat Pilkada Jepara memanas saat Cawabup saling kritik strategi pajak daerah dan solusi angkutan bodong. Paslon 01 dan 02 tampil sengit, adu visi mis
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Pada segmen kelima debat kedua Pilkada Jepara di Eat and Meet, Kabupaten Jepara, Sabtu (9/11/2024), para Calon Wakil Bupati (Cawabup) Paslon 01 Nuruddin Amin-Mochammad Iqbal dan Paslon 02 Witiarso Utomo-Muhammad Ibnu Hajar saling menunjukkan ketajaman gagasan dalam menghadapi isu defisit anggaran dan pajak daerah.
Segmen ini memberikan kesempatan bagi para Cawabup untuk bertanya dan memberikan tanggapan langsung. Setiap pertanyaan memiliki durasi 1 menit, sementara jawaban diberikan waktu 3 menit.
Kesempatan pertama diberikan kepada Cawabup Paslon 02, Muhammad Ibnu Hajar, yang langsung mempertanyakan strategi Paslon 01 dalam mengatasi defisit anggaran dan peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak.
Mochammad Iqbal, Cawabup Paslon 01, menanggapi bahwa timnya akan fokus pada pemeriksaan dan pemahaman lebih dalam terkait masalah defisit. Ia menyebutkan bahwa sektor wisata dan transportasi akan menjadi fokus utama untuk meningkatkan APBD Kabupaten Jepara. "Perihal APBD, kita lihat potensi wisata. Jika digali, dampaknya sangat besar," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan sektor transportasi untuk memaksimalkan kontribusinya pada APBD.
Namun, jawaban tersebut ditanggapi Ibnu Hajar dengan komentar bahwa tanggapan tersebut "tidak nyambung." Paslon 02 berencana untuk memaksimalkan pajak daerah, terutama pajak reklame yang dinilai belum optimal. "Kita perlu mengoptimalkan pajak reklame dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya membayar pajak," kata Ibnu Hajar.
Segmen semakin memanas ketika Mochammad Iqbal menanggapi kembali dengan menekankan bahwa Paslon 01 berfokus pada pemerintahan yang berpihak pada rakyat. "Kami mengedepankan politik keberpihakan yang mendukung semua lapisan masyarakat di Kabupaten Jepara," tegasnya.
Selanjutnya, giliran Cawabup Paslon 01, Mochammad Iqbal, yang bertanya tentang solusi Paslon 02 terkait masalah "angkutan bodong" di Kabupaten Jepara. Menanggapi hal ini, Cawabup Paslon 02, Ibnu Hajar, menyatakan bahwa Paslon 02 berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani masalah ini. "Kami akan berkolaborasi dengan lembaga eksekutif dan yudikatif untuk sosialisasi dan penertiban angkutan ilegal," ungkapnya.
Cabup Paslon 02, Witiarso Utomo, menambahkan bahwa mereka juga akan memperkuat lembaga terkait untuk memastikan sosialisasi dan pembinaan bagi pengusaha yang belum terdaftar secara resmi. "Kami berkomitmen untuk memperkuat lembaga dan memastikan pembinaan bagi pengusaha ilegal," jelas Wiwit.
Sebagai tanggapan, Mochammad Iqbal menyampaikan usulan diskon 70 persen bagi pengusaha angkutan untuk mendaftarkan diri sebagai penyedia jasa angkutan resmi, yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah angkutan bodong di Jepara.
Debat kali ini memberikan masyarakat gambaran lebih dalam tentang visi misi masing-masing pasangan calon dalam menyelesaikan permasalahan anggaran dan meningkatkan pendapatan daerah. Pilkada Jepara semakin menarik dengan adu gagasan yang tajam di antara para calon.
| Ujian Berat Persijap Jepara! Hadapi Persija di Kandang, Nasib Laskar Kalinyamat di Ujung Tanduk |
|
|---|
| Sukai Kegiatan Sosial, Niken Pilih Donor Darah di Momen May Day di Jepara |
|
|---|
| Persijap Jepara Waspadai Ketajaman Lini Serang Persija Jakarta |
|
|---|
| May Day di Jepara, 1.100 Buruh Pilih Bersih-bersih Pantai, Tak Ikut Demontrasi |
|
|---|
| Mengenal 7 Destinasi Wisata Religi di Kabupaten Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Debat-Pilkada-Jepara-Memanas-Paslon-Saling-Sindir.jpg)