Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Timnas Indonesia

Tanggapan PSSI soal Sanksi Berat FIFA kepada Timnas Indonesia dan Sumardji

Tanggapan PSSI soal Sanksi Berat FIFA kepada Timnas Indonesia dan Manajer Sumardji

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: galih permadi
PSSI
Tanggapan PSSI soal Sanksi Berat FIFA kepada Timnas Indonesia dan Sumardji 

Tanggapan PSSI soal Sanksi Berat FIFA kepada Timnas Indonesia dan Sumardji

TRIBUNJATENG.COM - Timnas Indonesia mendapat sanksi berat dari federasi sepak bola duna, FIFA.

Tercatat ada empat kesalahan dan denda ratusan juta rupiah yang menimpa Timnas Indonesia.

Dua sanksi di antaranya dijatuhkan untuk tim secara kolektif. Dua sisanya diberikan secara personal.

Skuad timnas Indonesia pada laga melawan China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Qingdao Youth Football pada Selasa (15/10/2024) malam.
Skuad timnas Indonesia pada laga melawan China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Qingdao Youth Football pada Selasa (15/10/2024) malam. (PSSI)

Baca juga: Berdarah Maluku dari Kakek dan Neneknya, Ini Misi Besar Kevin Diks Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia melanggar Artikel 14 Kode Disiplin FIFA pada dua pertandingan soal terlambat melakukan kick-off.

Pelanggaran tersebut terjadi pada laga Timnas Indonesia vs Australia (10 September 2024) dan China vs Timnas Indonesia (15 Oktober 2024).

Untuk laga pertama, FIFA hanya memberi peringatan saja.

Tetapi kesalahan tersebut kembali diulang oleh Timnas Indonesia, sehingga FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda CHF 10.000 (Rp179 juta).

Dua hukuman lainnya dijatuhkan kepada staf atau ofisial di skuad Timnas Indonesia.

Dua nama yang dimaksud adalah Sumardji selaku manajer dan Kim Jong-jin sebagai asisten pelatih.

Pelanggaran tersebut terjadi saat Bahrain menghadapi Timnas Indonesia pada 10 Oktober 2024.

Sumardji dilarang mendampingi tim dalam satu pertandingan dan harus membayar denda sebesar CHF 5000 (Rp90 juta).

Sementara Kim Jong-jin mendapatkan sanksi lebih berat lagi.

Staf asal Korea Selatan tersebut dilarang mendampingi Timnas Indonesia dalam empat pertandingan dan harus membayar denda CHF 5000 (Rp90 juta).

Respon PSSI

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved