Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dihantam Fitnah Jelang Pilkada Jateng, Ahmad Luthfi Ibaratkan Buzzer Anak Menangis

Ahmad Luthfi, calon gubernur Jateng, tanggapi serangan buzzer dengan santai. Fokusnya tetap pada visi misi ‘Ngopeni lan Nglakoni Jateng’

istimewa
Ahmad Luthfi, calon gubernur Jateng, tanggapi serangan buzzer dengan santai. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam atmosfer kampanye yang semakin memanas menjelang Pilkada Jawa Tengah 2024, Ahmad Luthfi, calon gubernur nomor urut dua, memilih sikap tenang dan tidak mengambil pusing dengan serangan buzzer di media sosial.

Luthfi menegaskan bahwa energinya akan fokus pada visi-misi yang diusungnya, yaitu program ‘Ngopeni lan Nglakoni Jateng’, sebuah visi yang berlandaskan pada komitmen untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.

Dalam sebuah wawancara podcast yang blak-blakan di Close The Door bersama Deddy Corbuzier, Luthfi mengklarifikasi posisinya terhadap berbagai serangan buzzer yang mencoba menggoyahkan citranya dengan isu-isu miring.

Salah satu pertanyaan yang diajukan Deddy adalah bagaimana Luthfi menghadapi derasnya fitnah dan tudingan miring di media sosial, termasuk yang menyeret nama-nama besar seperti Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Luthfi menjawab santai dan tegas, “Saya gak begitu peduli, Bung. Anggap aja itu anak kecil yang sedang menangis, biarin aja nanti berhenti sendiri,” ucap Luthfi.

Sikapnya yang tenang dan tidak reaktif ini menggambarkan karakternya sebagai pemimpin yang lebih memilih fokus pada visi besar daripada menghabiskan waktu untuk membalas serangan yang tidak substansial.

Mendampingi Luthfi dalam kampanye, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, Cawagub yang turut berpasangan dengannya, juga turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks atau fitnah yang banyak beredar terkait sosok Ahmad Luthfi.

Gus Yasin mencontohkan salah satu fitnah yang tersebar di media sosial, yakni foto karangan bunga yang diklaim berasal dari Ahmad Luthfi untuk mengucapkan selamat atas pembukaan tempat miras di Jogjakarta.

“Ini fitnah luar biasa,” ujar Gus Yasin dalam sebuah acara silaturahmi akbar dengan kelompok perempuan pendukung Luthfi-Gus Yasin (Lugas) di Semarang.

Menurutnya, foto tersebut tidak berdasar dan jelas-jelas merupakan hoaks, karena saat itu Luthfi bertugas sebagai Kapolda Jawa Tengah, bukan di Jogjakarta.

Gus Yasin menambahkan bahwa ketika ia menanyakan langsung kepada Luthfi mengenai kebenaran foto tersebut, Luthfi hanya menanggapinya dengan tenang dan tanpa emosi.

“Sudah Gus, tidak usah ditanggapi. Itu katanya di Jogja ya, dan disebut atas nama Kapolda. Itu hoaks lama,” ujar Gus Yasin menirukan tanggapan Luthfi.

Sikap ini menunjukkan kedewasaan Luthfi dalam menghadapi isu yang tidak jelas asal-usulnya dan dianggap hanya sebagai bagian dari upaya menjatuhkan kredibilitasnya menjelang Pilkada.

Menjelang pemilihan yang tinggal dua minggu lagi, Gus Yasin menyadari bahwa serangan fitnah semakin masif, dan ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kampanye negatif yang tidak menghargai prinsip demokrasi dan merusak semangat pesta rakyat.

“Cara-cara seperti itu sangat disayangkan. Ini adalah tindakan yang tidak menghormati satu sama lain. Menghalalkan segala cara demi memenangkan kandidatnya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved