Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilwakot Semarang 2024

Yoyok Sukawi Tegaskan Komitmen Terhadap Kerukunan Umat Beragama di Kota Semarang

Yoyok-Joss), menghadiri debat ketiga Pilkada Semarang yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (15/11/2024).

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Muhammad Olies
Ist
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Joko-Joss), menyampaikan gagadan dalam debat ketiga Pilkada Semarang yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (15/11/2024).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss), menghadiri debat ketiga Pilkada Semarang yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (15/11/2024). 

Dalam debat dengan tema "Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Budaya Kota Semarang", pasangan ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Semarang.

Yoyok Sukawi menyatakan bahwa mereka akan memastikan tidak ada lagi peristiwa yang dapat memicu ketegangan antarumat beragama di kota ini. 

"Kami akan segera menginisiasi Perda kerukunan umat beragama di Semarang," ujar Yoyok.

Baca juga: Yoyok-Joss Siap Bangun Sarana Olahraga Standar Internasional di Tiap Kecamatan, Ini Manfaatnya

Baca juga: Yoyok Sukawi Janji Tak Bebani Pajak Warga, Fokus Maksimalkan Aset dan BUMD


Selain itu, mereka juga berjanji untuk memberikan jaminan kemerdekaan bagi warga dalam menjalankan ibadah dan mendirikan tempat ibadah. 

Sebagai langkah konkret, Yoyok-Joko berencana membangun Semarang Religion Center, sebuah fasilitas publik yang melibatkan semua agama di Indonesia. 

"Fasilitas ini akan dibangun di setiap kecamatan, dengan melibatkan perwakilan dari berbagai agama," tambah Yoyok.

Tak hanya itu, pasangan ini juga akan menetapkan rumah ibadah dari berbagai agama sebagai cagar budaya. Ini adalah langkah yang dianggap penting untuk memajukan hak-hak kelompok minoritas dan memastikan keberagaman di Kota Semarang dihargai dengan baik.

"Menetapkan rumah ibadah dari berbagai agama sebagai cagar budaya untuk memajukan hak-hak kelompok minoritas," tegas Yoyok.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved