Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bunuh Adik dan Keponakan, Andy Mengaku Sakit Hati Diejek saat Tanya Warisan

Tersangka pembunuhan mengaku emosinya memuncak akibat ejekan yang diterimanya saat menanyakan warisan rumah.

KOMPAS.com/ANDHI DWI
Proses pemasangan police line di lokasi pembacokan, Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (14/11/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kasus pembunuhan terjadi di Kota Surabaya.

Seorang pria membacok adik dan keponakannya hingga tewas.

Andy Surotrinoto Anggono (68), tersangka pembunuhan, mengaku emosinya memuncak akibat ejekan yang diterimanya saat menanyakan warisan rumah.

Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan di Pinggir Jalan, Sepasang Suami Istri Jadi Tersangka Pembunuhan

Dalam keterangannya di Mapolsek Sukomanunggal pada Sabtu (16/11/2024), Andy mengaku merasa sakit hati dengan ucapan adik kandungnya, Sundari Hartatik (62).

Ia merasa diejek ketika menanyakan mengenai rumah warisan orangtuanya.

"Mangkel (marah) dikatain (korban) tidak-tidak, diejek," ujar Andy.

Saat itu, Andy meminta surat keterangan rumah orangtuanya, tetapi tidak diberikan.

Permintaan itu malah  ditanggapi dengan ejekan.

"Kamu cari di Jalan Kenjeran, cario mbok (ibu) mu sudah mati," ungkapnya.

Andy merasa tersakiti oleh pernyataan tersebut karena ia merasa telah terusir dari rumah orangtuanya.

"Yang tinggal di (rumah orangtua) sana itu saya sama dia (korban), saya lebih lama dari dia.

Dia dulu tinggalnya di Lebak Arum, terus dia tinggal di sana mengajak mantunya," jelasnya.

Konflik keluarga ini mencapai puncaknya pada Kamis (14/11/2024) malam, saat pertemuan keluarga di rumah tersebut.

Andy mengeluarkan pisau yang disimpannya di dalam tas.

"Kalau pisau beli di DTC, harganya enggak sampai Rp 100 ribu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved