Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Gondongan Mengancam Semarang, Segera Istirahat dan Imunisasi!

Dinkes Semarang waspadai penyebaran gondongan, edukasi dilakukan di sekolah, dan warga diimbau beristirahat untuk cegah penularan.

freepick
ILUSTRASI: Gondongan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merebaknya penyakit gondongan di Kota Semarang mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, menjelaskan bahwa penularan virus ini bisa melalui kontak langsung dengan air liur orang yang terinfeksi atau melalui droplet pernapasan dari hidung, mulut, atau tenggorokan orang yang terinfeksi.

Dinkes menyarankan warga yang terpapar untuk beristirahat guna mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.

"Begitu terpapar virus gondong atau mumps sebaiknya harus istirahat. Sistem kekebalan tubuh harus dibangun, makan dan minum harus tercukupi, jika perlu ditambah vitamin," ujar Hakam, Senin (18/11/2024).

Hakam menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait merebaknya penyakit gondongan di beberapa wilayah, namun data lengkap mengenai jumlah kasus di Semarang masih dalam proses pengumpulan.

Beberapa puskesmas diinstruksikan untuk memberikan perhatian khusus dengan edukasi ke sekolah-sekolah di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kemarin, Tembalang atau Banyumanik sudah ada laporan. Insyaallah teman-teman dari bidang terkait dan puskesmas sudah memberikan perhatian dan edukasi ke sekolah," jelasnya.

Hakam menambahkan bahwa masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan kerap menimbulkan peningkatan penyakit yang berkaitan dengan virus.

Pada tahun sebelumnya, kasus yang banyak muncul adalah dermatitis atau gatal kemerah-merahan, sementara tahun ini penyakit gondongan yang menjadi sorotan.

"Kami mengingatkan bahwa imunisasi dasar dari lahir hingga usia 9 bulan wajib dilakukan," tegasnya.

Selain itu, Dinkes Semarang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti tambahan imunisasi bagi anak-anak sekolah kelas 5 dan 6 sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Hakam berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya imunisasi guna mengurangi risiko penyakit menular seperti gondongan di masa mendatang.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved