Wabah Gondongan Mengancam Semarang, Segera Istirahat dan Imunisasi!
Dinkes Semarang waspadai penyebaran gondongan, edukasi dilakukan di sekolah, dan warga diimbau beristirahat untuk cegah penularan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merebaknya penyakit gondongan di Kota Semarang mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, menjelaskan bahwa penularan virus ini bisa melalui kontak langsung dengan air liur orang yang terinfeksi atau melalui droplet pernapasan dari hidung, mulut, atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
Dinkes menyarankan warga yang terpapar untuk beristirahat guna mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.
"Begitu terpapar virus gondong atau mumps sebaiknya harus istirahat. Sistem kekebalan tubuh harus dibangun, makan dan minum harus tercukupi, jika perlu ditambah vitamin," ujar Hakam, Senin (18/11/2024).
Hakam menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait merebaknya penyakit gondongan di beberapa wilayah, namun data lengkap mengenai jumlah kasus di Semarang masih dalam proses pengumpulan.
Beberapa puskesmas diinstruksikan untuk memberikan perhatian khusus dengan edukasi ke sekolah-sekolah di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kemarin, Tembalang atau Banyumanik sudah ada laporan. Insyaallah teman-teman dari bidang terkait dan puskesmas sudah memberikan perhatian dan edukasi ke sekolah," jelasnya.
Hakam menambahkan bahwa masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan kerap menimbulkan peningkatan penyakit yang berkaitan dengan virus.
Pada tahun sebelumnya, kasus yang banyak muncul adalah dermatitis atau gatal kemerah-merahan, sementara tahun ini penyakit gondongan yang menjadi sorotan.
"Kami mengingatkan bahwa imunisasi dasar dari lahir hingga usia 9 bulan wajib dilakukan," tegasnya.
Selain itu, Dinkes Semarang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti tambahan imunisasi bagi anak-anak sekolah kelas 5 dan 6 sebagai langkah pencegahan yang efektif.
Hakam berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya imunisasi guna mengurangi risiko penyakit menular seperti gondongan di masa mendatang.
| Jadwal Resmi Keberangkatan Jemaah Calon Haji Asal Jateng, Kloter Pertama 22 April 2026 |
|
|---|
| Implementasi Perda Jadi Sorotan DPRD Kota Semarang, Tekankan Dampak Nyata ke Masyarakat |
|
|---|
| Wali Kota Semarang Respons Viral Dugaan Parkir Liar di Kota Lama, Minta Penertiban Diperketat |
|
|---|
| Warisan Sejak 1960 dalam Koper Kecil: Kisah Ali Menjaga Tradisi Cuci Mata di Kota Semarang |
|
|---|
| "Tuhan Tidak Tidur!" Sumpah Serapah Iringi Vonis 3 Tahun Jap Ferry Sanjaya Kasus Plaza Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ILUSTRASI-GONDONGAN-1.jpg)