Berita Semarang
Anggur Muscat Dipastikan Aman Dikonsumsi, BBPOM Semarang Sampaikan Ini
Anggur Shine Muscat asal China belum lama ini viral di media sosial karena kandungan residu kimini, begini kata Kepala BBPOM Semarang.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggur Shine Muscat asal China belum lama ini viral di media sosial, setelah terungkap adanya kandungan residu kimia pada produk tersebut yang ditemukan di Thailand.
Berita ini sempat menimbulkan kehebohan di kalangan konsumen, termasuk di kota Semarang.
Baca juga: Uji Residu Pestisida Anggur Shine Muscat di Jateng, Ini Hasilnya
Kepala BBPOM Semarang, Lintang Purba Jaya mengungkapkan, tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu Daerah di Jawa Tengah telah melakukan pengujian terhadap anggur muscat impor dan hasilnya menunjukkan bahwa produk tersebut negatif dari kandungan pestisida berbahaya.
"Alhamdulillah, kami telah mengambil sampel anggur di beberapa lokasi, dan hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada temuan pestisida berbahaya yang dilarang dikonsumsi," kata Lintang, Rabu (20/11/2024).
Pengujian ini dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dan Dinas Ketahanan Pangan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan keamanan pangan di wilayah tersebut.
Dia menyebutkan, Badan POM sebagai bagian dari tim Jejaring Keamanan Pangan tersebut melakukan pencegahan, pemberian informasi, dan pengembangan untuk teknik pengujian secara laboratorium.
Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di beberapa kota besar seperti Semarang dan Surakarta.
Adapun anggur yang diuji adalah produk impor yang dipasok dari Surabaya, Medan, dan Jakarta.
"Artinya beberapa port untuk pemasukan inilah yang menjadi pengambilan sampel, karena dari sumbernya kemudian di daerah," sebutnya.
Kepala BBPOM di Semarang juga menegaskan bahwa meskipun jenis dan merek anggur yang sama telah diuji dan dinyatakan negatif, pihaknya akan terus mengembangkan teknik pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan.
Baca juga: Saran Bapanas Sedbelum Knsumsi Anggur Shine Muscat, Sudah Komunikasi dengan 3 Negara
Sementara itu, meski hingga saat ini tidak ada anjuran untuk menghindari anggur impor, pihaknya juga tetap menekankan pentingnya kehati-hatian bagi masyarakat sebelum mengonsumsi anggur.
"Kami menyarankan agar anggur dicuci dengan air bersih dan diperiksa apakah ada kerusakan atau rasa yang tidak biasa. Artinya, kehati-hatian itu yang penting,” tambahnya. (idy)
| Forbasi Rakernas Perdana di Semarang, Dorong Baris-berbaris Jadi Olahraga Prestasi |
|
|---|
| Kisah Raina, Atlet Tembak Cantik Asal Semarang Bisa Lulus Kuliah S1 di SCU dalam Waktu 3,5 tahun |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Semarang Minggu 12 April 2026: Potensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| Sidang Kredit Sritex, Supriyatno Ungkap Produk SCF Bank Jateng Justru Bentuk Kehati-hatian |
|
|---|
| Wamenkum HAM Otto Hasibuan Dorong Kampus Sosialisasikan KUHP Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Anggur-muscat-tersusun-di-rak-display-toko-buah-Semarang.jpg)