Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bertengkar Sepulang Nyoblos, Suami Bakar Istri

Usai pertengkaran tersebut, terduga pelaku menyiram minyak tanah dan membakar korban dengan korek api. 

Tayang:
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Kasus suami bakar istri terjadi di Kota Kupang.

Gabriel Sengkoen (34) menyiram minyak tanah dan membakar tubuh istrinya MM (44) lantaran cemburu dan sering cekcok.

Peristiwa nahas ini berlangsung pada Rabu, 27 November 2024 sekitar pukul 17.30 Wita di kediamannya di Kecamatan Maulafa.

Baca juga: Gelap Mata karena Diselingkuhi, Suami Bunuh Istri saat Korban Jualan di Kios Es Teh

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan RJH Manurung didampingi Ka SPN Polda NTT sekaligus Pamatwil Kupang Kota Operasi Mantap Praja, Kombes Pol. Nanang Putu Wardianto mendatangi korban dan keluarga yang kini di rawat di ICU RSUD W.Z. Johannes Kupang.

korban dan keluarga yang kini di rawat di ICU
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan RJH Manurung didampingi Ka SPN Polda NTT sekaligus Pamatwil Kupang Kota Operasi Mantap Praja, Kombes Pol. Nanang Putu Wardianto mendatangi korban dan keluarga yang kini di rawat di ICU RSUD W.Z. Johannes Kupang.

“Peristiwa yang terjadi adalah seorang perempuan dibakar oleh pasangannya, di rumah dengan menyiramkan minyak tanah dan dibakar.

Peristiwa ini berawal dari adanya pertengkaran, antara keduanya sepulang dari pencoblosan,” ujar Aldinan Kamis, 28 November 2024 di RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Usai pertengkaran tersebut, terduga pelaku menyiram minyak tanah dan membakar korban dengan korek api. 

“Kemudian ada teriakan dari korban, lalu para tetangga berdatangan dan menyelamatkan korban serta membawanya ke rumah sakit,” jata Aldinan.

Lebih lanjut Aldinan menuturkan, Polresta Kupang Kota menerima laporan tersebut dari tetangga korban.

Setelah itu dilaksanakan olah TKP, meminta keterangan dari saksi termasuk anak dan tetangga pelaku.

 “Kesimpulan awal kami perbuatan ini mengarah kepada pelaku.

Pelaku sedang kami amankan di Polresta Kupang Kota untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kami tidak pernah mentolerir hal-hal yang dapat mengancam diri kita atau yang berpotensi terjadi di kemudian hari,” ungkap Aldinan.

Aldinan juga membantah isu yang beredar di masyarakat, bahwa kejadian ini dipicu karena perbedaan pilihan dalam Pilkada.

Aldinan menegaskan peristiwa ini murni karena terduga pelaku cemburu dan kerap kali menganiaya korban dan bertengkar. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved