Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilukada Serentak 2024

Dua TPS di Jateng Gelar Pemungutan Suara Ulang

Dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Jawa Tengah menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024.

agus iswadi
Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat didampingi Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono dan Ketua KPU Karanganyar, Daryono meninjau pelaksanaan PSU di TPS 1 Kwangsan Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (30/11/2024) siang.  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Jawa Tengah menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi Pemilih Umum (KPU) RI, Yulianto Sudrajat saat meninjau pelaksanaan PSU di TPS 1 Kwangsan Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (30/11/2024) siang. Drajat sapaan akrabnya didampingi Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono.

Drajat menyampaikan, dua PSU di Jawa Tengah masing-masing berada di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Pemalang. PSU digelar lantaran adanya kesalahan teknis dari penyelenggara.

"Tetapi apapun namanya, semua dapat perhatian penuh dari KPU RI, agar proses PSU yang kita laksanakan hari ini, juga berjalan lancar, aman dan tentu kami mengharapkan partisipasi juga dari warga pemilih untuk tetap menggunakan hak pilihnya meskipun ada pemungutan suara ulang," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu siang.

Terkait partisipasi pemilih, terangnya, biasanya menurun mengingat masyarakat tetap konsentrasinya pada pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak pada Rabu (27/11/2024) kemarin. Dari hasil pemantauan di TPS 1 Kwangsan, jelas Drajat, hampir separuh pemilih sudah menyalurkan hak pilihnya.

"Saya rasa kalau sudah lebih dari separuh, saya rasa sudah cukup bagus, karena situasinya pemungutan suara ulang," ungkapnya.

Dia menambahkan, secara keseluruhan di Indonesia ada 231 pemungutan ulang terdiri dari PSU, Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dan Pemungutan Suara Susulan (PSS).

"Kemarin tercatat 231 PSU dikarenakan satu, karena terjadi beberapa daerah bencana alam. Terus kemudian terganggunya proses distribusi logistik karena gangguan keamanan di beberapa daerah di Papua," terangnya.

Saat disinggung terkait penyebab terbanyak digelarnya PSU, menurut Drajat, lebih dikarenakan bencana alam. Seperti banjir yang melanda 5 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kendati demikian, logistik untuk Pilkada Serentak kondisinya aman sehingga tinggal melakukan jadwal ulang pemungutan suara.

"Lha kalau yang terjadi beberapa daerah di Papua, memang karena sebagian karena keamanan dan itu pun logistiknya dalam posisi aman, karena tetep kita tahan dulu di PPK-nya. karena ada situasi gangguan keamanan," jelasnya.

KPU RI telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar pelaksanaan pemungutan suara berjalan lebih baik. Dia menambahkan, batas waktu penyelenggaraan pemungutan suara  ulang maksimal 10 hari pasca kondisi pemungutan dan penghitungan suara kemarin.

Sementara itu Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono mengungkapkan, ada dua TPS yang menggelar PSU di Jateng dari total 56.812 TPS.

"Itu karena teknis, bukan karena pelanggaran," jelasnya. (Ais).

Baca juga: Tabel Angsuran BRI NON KUR dan KUR 30 NOV: Brosur Cicilan Bunga Max 1 Persen/Bulan

Baca juga: Chord Kunci Gitar Seberapa Jauh Ku Melangkah Maudy Ayunda, OST Moana

Baca juga: Inilah Gambaran Weton Sabtu Legi 30 November 2024: Watak, Jodoh dan Rezeki

Baca juga: Chord Kunci Gitar Jauh di Sana Lyodra feat Te Vaka, OST Moana 2

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved