Jawa Tengah
PTBI 2024: BI Jateng Optimistis Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh Solid
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah .
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang diperkirakan akan tumbuh antara 4,7 persen - 5,5 % pada 2024.
Disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Ndari Surjaningsih, inflasi di Jawa Tengah diperkirakan akan tetap terkendali dalam rentang target nasional sebesar 2,5±1 % pada 2024 dan 2025.
"Proyeksi ini didukung oleh potensi besar Jawa Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tantangan global tetap ada," jelas Ndari dalam keterangannya.
Hal itu disampaikannya di sela mengikuti Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 secara daring dari penyelenggaraan PTBI Nasional, Jumat (29/11/1024).
Acara regional dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno SE, MM, Anggota Komisi A DPRD, Walikota Semarang, dan Pj Bupati Banyumas, serta stakeholder lainnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Soemarno, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara BI dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Perda No 8 tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024-2044 telah diterbitkan sebagai acuan untuk pembangunan wilayah, demi mewujudkan visi Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional.
Dengan sinergi yang kuat antara BI dan pemerintah, diharapkan perekonomian Jawa Tengah akan terus tumbuh dan berkembang, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
PTBI 2024 merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk memaparkan pandangan BI mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan yang akan diambil.
Kegiatan ini menjadi referensi bagi pelaku industri dan investor dalam pengambilan keputusan bisnis di masa mendatang.
Pada penyelenggaraan secara nasional, dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Presiden menyampaikan bahwa sinergi antar berbagai pihak menjadi kunci untuk kebangkitan ekonomi nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ia menekankan pentingnya sektor keuangan dalam menjaga kepercayaan rakyat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa meskipun terdapat ketidakpastian global, kinerja ekonomi nasional tetap solid. Ia menyarankan perlunya penguatan sinergi dalam lima area strategis: stabilitas makroekonomi, permintaan domestik, produktivitas, pendalaman keuangan, dan digitalisasi sistem pembayaran. (*)
| 17 Ribu Hektare Lahan Sawah di Jateng Beralih Fungsi Selama 2025, Produksi Beras Berpotensi Turun |
|
|---|
| Sosok Mayat Tanpa Identitas Diduga Korban Pembunuhan di Sragen, Janda Asal Blora |
|
|---|
| Kunjungan Wisata di Beberapa Daerah di Jateng Turun, Ekonomi Masyarakat Melemah |
|
|---|
| "Yang Bisa Gowes Silakan Gowes" Wali Kota Semarang Tanggapi Imbauan Gubernur Jateng |
|
|---|
| 1.490 Kasus Campak Jateng, Dinkes Minta Sisir Anak Tak Kena Imunisasi saat Pandemi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kantor-Perwakilan-Bank-Indonesia-BI-Provinsi-Jawa-Tengah-menggelar-Pertemuan-Tahunan.jpg)