Berita Jawa Tengah
Penyerahan Sertifikat UNESCO Geopark Kebumen Bakal Digelar September 2025 di Chile
Pada April dan Mei 2025, Geopark Nasional Kebumen akan menerima rekomendasi dari UNESCO dan penerimaan status geopark pada September 2025 di Chile.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATRNG.COM, KEBUMEN - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) yang berlangsung di Kebumen, Kamis (5/12/2024) hingga Jumat (6/12/2024) menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk pengelolaan dan pengembangan geopark di Indonesia.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah revisi Perpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Organisasi KNGI, menyusul perubahan struktur kabinet baru Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Pemprov Jateng Tegaskan Komitmen Kembangkan Geopark di Rakornas KNGI Kebumen
Baca juga: Indonesia Tambah Daftar Geopark Global, Target 17 Lokasi pada 2029
"Karena Menko Marinves sudah tidak ada, kami mengusulkan Ketua KNGI dialihkan ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas sebagai alternatif pertama."
"Atau Menko Perekonomian sebagai alternatif kedua," kata Mega Fatimah Rosana, Ketua Dewan Pakar KNGI kepada Tribunjateng.com, Jumat (6/12/2024).
Keputusan final mengenai struktur tersebut dikatakannya akan ditentukan oleh pimpinan.
Selain itu, Rakornas juga merumuskan fleksibilitas dalam kelembagaan Badan Pengelola Geopark.
"Tidak ada satu bentuk yang cocok untuk semua geopark."
"Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, dipersilakan menentukan sendiri bentuk kelembagaannya," tambahnya.
Alternatifnya, pemerintah daerah dapat membentuk organisasi nonstruktural yang langsung bertanggung jawab kepada gubernur atau bupati, dengan melibatkan pentahelix, yaitu pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan pihak lain.
Soal pendanaan, dia menyebut geopark dapat didukung melalui mekanisme blended finance.
Baca juga: Selamat! Geopark Kebumen Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, Kado Terindah untuk Masyarakat
Baca juga: Geopark Kebumen Jadi Sorotan Dunia
"Biaya operasional berasal dari APBD."
"Sementara pengembangan geopark bisa didanai dari berbagai sumber, seperti APBN, hibah internasional, CSR, hingga investasi swasta," jelasnya.
Rakornas juga diselingi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara beberapa geopark, seperti Geopark Kebumen dengan Universitas Bakrie, serta Geopark Natuna dengan Raja Ampat, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan pengembangan geopark di Indonesia.
Adapun Sigit Tri Prabowo General Manager Geopark Nasional Kebumen berujar, akan melakukan pengembangan terbaik untuk Geopark Kebumen.
Selain itu, dia mengatakan rekomendasi dari UNESCO dan beberapa pihak terkait Geopark Kebumen akan dilaksanakan sebaik mungkin.
Kebumen
Komite Nasional Geopark Indonesia
KNGI
Geopark Kebumen
Geopark
Mega Fatimah Rosana
Sigit Tri Prabowo
| Bapak dan Anak Kepergok Curi Motor di Bergas Semarang, Ngakunya COD |
|
|---|
| Manuver Truk Boks Menyalip Berujung Kecelakaan di Purbalingga, Tabrak Motor Lawan Arah |
|
|---|
| KAI Tutup Sementara Jalur Hulu Prupuk-Linggapura, Ada Potensi Bahaya di Struktur Jembatan |
|
|---|
| Rekam Brigadir SP di Kamar Mandi SPN Polda Jateng, Briptu BTS Disidang Etik Pekan Depan |
|
|---|
| Sekda Yulian Akbar Kembali Diperiksa KPK, Menyoal Outsourcing Pemkab Pekalongan |
|
|---|