Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Menjelang Tahun 2025, Perajin Terompet Jepara Sudah Mulai Kebanjiran Orderan

Menjelang malam tahun baru 2025, para pengrajin terompek di Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, sudah kebanjiran orderan.

|
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Menjelang malam tahun baru 2025, para pengrajin terompek di Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, sudah kebanjiran orderan.


Diketahui bahwa di Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara menjadi daerah satu di antara dikenal sebagai sentra industri mainan anak. 


Ketua Kelompok Pengrajin Kitiran (KPK) Mekar Jaya, Sumarno menggatakan memang sudah terbiasa menjelang tahun baru pasti kebanjiran orderan.


Dia menyampaikan bahwa di Desa Karanganyar terdapat sekitar 25 pengrajin, yang sejak bulan September mulai memproduksi terompet untuk memenuhi permintaan menjelang malam tahun baru. 


Menurutnya, terompet tersebut hanya diproduksi setiap menjelang tahun baru. 


Sebab setiap harinya, puluhan pengrajin tersebut membuat mainan seperti kitiran, trotokan atau surungan, dan engkek-engkek. 


"Banyak pengrajin mainan di desa kami yang mereka itu tidak beralih, tetapi sejak bulan September itu memanfaatkan momen untuk menjual terompet di Bulan Desember," kata Sumarno kepada Tribunjateng, Kamis (12/12/2024).


Terompet hasil produksi pengrajin di Desa Karanganyar, menurutnya terjual merata hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa. 


Seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, Lumajang, Lamongan. 


Selain itu, pemasaran terompet menurutnya juga terbantu oleh anak-anak muda di desanya yang menjual secara online.  


"Alhamdulillah (untuk pemasaran) didukung anak-anak muda yang jualan online. Kalau online ini biasanya sampai luar Pulau Jawa, ke Papua, 50 pcs, 100 pcs kami kirim," ujarnya.


Terompet buatan pengrajin di Desa Karanganyar, biasanya mampu bertahan sampai sekarang karena ada inovasi dari bahan baku yang digunakan, yaitu menggunakan plastik mika. 


Dengan bahan itu, membuat terompet lebih awet dan aman meskipun terkena hujan. 


Sebab bulan Desember, biasanya sudah memasuki musim penghujan.  


Satu di antara pengrajin terompet, Asromah menyampaikan sejak bulan September sudah menerima pesanan terompet dari pedagang. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved