Bocah Jakarta Penderita Pengecilan Otak
Tangis Wahyu Bocah 10 Tahun di Marunda Jakarta, Menderita Pengecilan Otak, Sempat Diduga Gizi Buruk
Wahyu Ramadhan, bocah yang menderita pengecilan otak (brain atrophy) ini hanya memiliki berat badan 9 kilogram, jauh dari ukuran anak seusianya.
Sejak lahir, Wahyu Ramadhan hanya dirawat oleh ibu dan sang nenek.
Ayahnya pergi meninggalkan mereka bahkan sebelum Wahyu lahir.
Kehidupan mereka pun jauh dari kata mudah, namun Ranina berusaha memberikan yang terbaik untuk cucunya.
Saat ini, Wahyu Ramadhan tidak menjalani pengobatan apapun.
Setiap bulan, dokter dari Puskesmas Marunda datang untuk memantau kondisinya, meski tidak ada obat yang diberikan.
"Itu dokternya datang ke sini setiap bulan cuma memang keadaannya seperti ini enggak dikasih obat, dikasih susu saja," ujar Ranina.
Menurut Ranina, kondisi Wahyu tergolong stabil.
Meski tubuhnya lemah dan pertumbuhannya terhambat, cucunya jarang sakit.
"Dokter juga nanya, ada keluhan apa?"
"Ya, emang anaknya kaya gini juga sehat, enggak pernah sakit," kata Ranina.
Bagi Ranina, merawat Wahyu adalah bentuk kasih sayangnya yang tanpa batas.
Setiap hari, dia berjuang untuk memastikan cucunya tetap mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak, meskipun dengan segala keterbatasan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjuangan Wahyu, Bocah 10 Tahun dengan Kondisi Pengecilan Otak dan Berat Badan 9 Kilogram"
Baca juga: BREAKING NEWS, Fernandinho Pamitan Via Instagram: Saya Keluar dari PSIS Semarang
Baca juga: Nasib 5 Siswa Pelaku Perundungan di SMA Negeri 70 Jakarta: Dikeluarkan Mulai Jumat 20 Desember 2024
Baca juga: 19 Hari Siaga! Basarnas Cilacap Siapkan RIB hingga Drone Thermal
Baca juga: Nasib 36 Pasien Cuci Darah Usai 2 RS di Brebes Diputus Kerja Samanya, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.