Rempang Kembali Memanas, Warga Dianiaya OTK Dipukuli hingga Tertusuk Anak Panah
Rempang kembali memanas.Akibat konflik terbaru yang terjadi, delapan orang warga menjadi korban
"Yang dirawat di Puskesmas sudah pulang, rawat jalan. Kalau yang 1 kabarnya akan dioperasi," ujar seorang warga, Awe.
Tim INAFIS pun dilaporkan turun hari ini untuk memeriksa lokasi kejadian secara detail, termasuk mencatat barang bukti dan posisi kejadian.
Beberapa warga yang menjadi saksi dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
"Proses investigasi masih berlangsung. Kami sedang lakukan olah TKP," ujar Wakasatreskrim Polresta Barelang, AKP Thetio, yang berada di lokasi.
Sejumlah barang yang ada di posko dirusak, mulai dari baliho, meja mengaji, hingga pintu kaca.
Bukan hanya itu, sisa darah milik korban juga masih tercecer di area lokasi yang diserang OTK.
Korban Penyerangan
- Zakaria (42) laki-laki. Lebam pada wajah, luka sayat bagian punggung, retak dan patah di bagian tulang pipi (kondisi luka berat).
- Samsudin (50) Laki-laki. Luka sobek di kepala.
- Zaidi (50) laki-laki. Luka sobek di kepala.
- Edi Jumardi (52) laki-laki. Memar di bagian punggung.
- Perdiansyah (12) laki-laki. Memar di bagian wajah.
- Sukio (33). Laki-laki. Luka sobek (bocor) di bagian kepala.
- Dakirin (42). Laki-laki. Patah tangan.
- Khaidir (41) Laki-laki. Terkena anak panah di pinggang bagian belakang.
Kronologi konflik Rempang
Kapolresta Balerang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengatakan konflik antarwarga dengan pekerja PT Makmur Elok Graha (MEG) dilatari adanya perusakan spanduk dan penyanderaan.
Seperti diketahui, PT MEG mendapat mandat untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang, Kepulauan Riau, disebutkan merusak spanduk warga dan kemudian warga melakukan penyanderaan terhadap pekerja PT MEG.
Menurut dia sekitar pukul 21.30 WIB bertempat di Sembulang Hulu, Kecamatan Galang, warga mengamankan pekerja PT MEG atas nama Reky Riyandi yang diduga telah melakukan perusakan spanduk warga yang menolak PSN Rempang Eco City.
"Warga yang marah mengamankan karyawan tersebut dan menolak untuk membebaskannya. Hal ini membuat rekan-rekan karyawan PT MEG mendatangi lokasi untuk membela temannya, hingga akhirnya terjadi bentrok," ujar Kombes Pol Heribertus Ompusunggu di Mapolresta Barelang kemarin.
Sekitar pukul 22.30 WIB, lanjut Heribertus, telah dilakukan negosiasi sebanyak dua kali antara masyarakat Sembulang Hulu dengan perwakilan PT MEG untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Dari pihak warga bersedia melepaskan pekerja PT. MEG yang diamankan asalkan PT MEG, tetapi harus membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan atau aktivitas di Sembulang Hulu sehingga terjadi deadlock.
Sekitar pukul 23.00 WIB, lanjut dia, akibat tidak adanya kesepakatan antara keduabelah pihak, terjadi keributan antara masyarakat Sembulang Hulu dengan perwakilan PT. MEG.
Hal itu mengakibatkan tiga unit bangunan rusak dan korban luka-luka dari kedua belah pihak.
| Detik-Detik Kecelakaan Maut di Tol, Sopir Tewas Setelah Truk Hilang Kendali Saat Menyalip |
|
|---|
| Fakta Baru Pembunuhan Ganda di Banyumas Terungkap, Bermula dari Permintaan Uang yang Ditolak |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 14 Juni 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Gantikan Abdul Hakim, Arief Rohman Resmi Terpilih Jadi Ketua DPC PKB Blora Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Minggu 14 Juni 2026: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/KONFLIK-DI-REMPANG-Warga-Rempang-Kota-Bat.jpg)