Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Suporter PSIS Semarang Korban Tembakan Peluru Karet Disuruh Ngaku Terkena Pecahan Keramik

Pihak kepolisian mengintimidasi suporter PSIS Semarang korban supaya mengaku tidak tertembak peluru karet dan akan ditanggung biaya pengobatannya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aksi Kamisan dan Suporter Semarang Melawan mengecam tindakan intimidasi kepolisian terhadap korban penembakan peluru karet berinisial WDA saat aksi damai di Stadion Jatidiri Semarang pada, Minggu (22/12/2024).

Kepolisian mengintimidasi korban supaya mengaku tidak tertembak peluru karet.

Korban kemudian dijanjikan akan ditanggung biaya rumah sakitnya.

Koordinator Aksi Kamisan Semarang, Fathul Munif mengatakan, suporter ini didatangi polisi ketika di RS Roemani Semarang.

Baca juga: Aksi Kamisan Suporter PSIS Semarang: Tuntut Copot Yoyok Sukawi dan Protes Tindakan Represif Polisi

Baca juga: Harga Bek PSIS Semarang Alfeandra Dewangga di Bursa Transfer, Persija Harus Rogoh Kocek Dalam

"Kepolisian datang ke rumah sakit menawarkan untuk membayari biaya pengobatan, tapi syaratnya mau mengakui bahwa luka itu berasal dari pecahan keramik, bukan ditembak peluru karet," katanya selepas aksi di depan Mapolda Jateng, Kamis (26/12/2024) sore.

Menurutnya, intervensi dari kepolisan untuk merekayasa bahwa luka yang diterima korban dari peluru karet menjadi luka pecahan keramik adalah bagian manipulasi atau mengaburkan peristiwa sebenarnya.

Kepolisian sama sekali tidak belajar dan membenahi diri.

Mereka masih menggunakan pola-pola lama yakni dengan cara replikasi yang dilakukan terus menerus dengan mengaburkan fakta kejadian.

Kemudian polisi juga terus menggunakan masalah kekerasan untuk menangani massa aksi yakni dengan gas air mata dan peluru karet. 

"Suporter tegas menolak tawaran polisi dan tetap menyuarakan bahwa luka yang diterima adalah peluru karet."

"Kami tidak bisa menerima arahan untuk memberi keterangan palsu," terangnya.

Aksi Kamisan Semarang bersama ratusan suporter PSIS Semarang melakukan unjuk rasa memprotes tindakan represif aparat kepolisian ke suporter dan masyarakat sipil, di depan Mapolda Jateng, Semarang, Kamis (26/12/2024) sore.
Aksi Kamisan Semarang bersama ratusan suporter PSIS Semarang melakukan unjuk rasa memprotes tindakan represif aparat kepolisian ke suporter dan masyarakat sipil, di depan Mapolda Jateng, Semarang, Kamis (26/12/2024) sore. (TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO)

Kronologi Suporter Ditembak Peluru Karet

Polisi menembak suporter terjadi di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu (22/12/2024) sore.

Kala itu, suporter melakukan aksi boikot dengan tidak menonton pertandingan antara PSIS Semarang Vs Malut United.

Pada duel itu, PSIS Semarang keok 1-3.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved