Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Ini Hasil Autopsi Pengacara Kondang Tewas Ditembak, Peluru Bersarang di Tulang Leher

Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan memastikan bahwa pengacara Rudi S Gani

Editor: muh radlis
IST
Pengacara top di Kabupaten Bone Rudi S Gani tewas tertembak, Selasa (31/12/2024). 

TRIBUNJATENG.COM - Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan memastikan bahwa pengacara Rudi S Gani meninggal dunia akibat luka tembak.

Kepastian ini diperoleh setelah dilakukan autopsi pada jenazah di ruang Forensik RS Bhayangkara, Jalan Kumala, Makassar, pada Rabu (1/1/2025).

"Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka tembak di bagian wajah, tepatnya di bawah mata kanan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/1/2025).

Lebih lanjut, Didik mengungkapkan bahwa peluru yang ditembakkan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut bersarang di tulang leher korban.

"Kemudian peluru bersarang di tulang leher," ujar perwira menengah tiga melati ini.

Proyektil itu, lanjut Didik, telah dibawa tim Labfor untuk diselidiki.

Tim Labfor Olah TKP

Tim Laboratorium Forensik Polda Sulsel melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penembakan pengacara Rudi S Gani di rumahnya, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Rabu (1/1/2025) sore.


Olah TKP itu dilakukan untuk penyelidikan terkait insiden maut pada malam pergantian tahun tersebut.

Dari dokumentasi foto yang diterima, tampak personel Tim Labfor menganalisis sekitar lokasi rumah korban. 

Selain itu, sekeliling rumah korban juga telah dipasangi garis polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Jamaluddin Farti yang dikonfirmasi mengaku telah mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

"Dari Labfor Polda juga diturunkan untuk backup olah TKP. Tim Resmob Polda juga backup untuk pengungkapannya," jelas Kombes Pol Jamaluddin Farti kepada Tribun.

Sejauh ini, lanjut Jamal, pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan Biddokkes Polda Sulsel.

Tujuannya, untuk mengetahui apakah terdapat proyektil peluru di tubuh korban atau tidak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved