PSIS Semarang
Sosok Cantya Saswita, Putri Bos PSIS yang Siap Bawa Perubahan Sepak Bola Profesional
Kecintaan terhadap sepakbola membuat putri pertama CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, Cantya Saswita Sukawijaya punya tekad menekuni bisnis sepakbola.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecintaan terhadap sepakbola membuat putri pertama CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, Cantya Saswita Sukawijaya punya tekad menekuni bisnis sepakbola.
Cantya memang digadang-gadang sebagai generasi penerus pengelola PSIS Semarang.
Gadis berusia 22 tahun itu bahkan sudah masuk dalam jajaran kepengurusan klub.
Baca juga: Inilah Sosok Faqih Maulana Pemain Baru PSIS Semarang, Main 14 Laga Untuk Persis Solo Musim Ini
Cantya mengaku awal kecintaannya terhadap sepakbola sudah sejak kecil, maka tak heran jika Cantya memilih mengambil kuliah S1 Double Degree di Institut Teknologi Bandung dan University of Groningen, Belanda.
Kemudian ia juga melanjutkan kuliah S2 di Football Business Academy yang berbasis di Lisbon, Portugal.
Tak sampai disitu, Cantya juga sempat magang di K-League, Korea Selatan bagian Youth Development selama tiga bulan serta sempat mendapat kesempatan menjadi bagian Panpel Pertandingan Timnas Indonesia di ajang ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024.
"Aku secara teknik tidak bisa main sepakbola tapi suka nonton bola, suka ikut papa nonton bola ke Stadion, sejak kecil. Vibes nya ramai, lama-lama seperti ada chemistry dengan sepakbola," kata Cantya saat berbincang dengan awak media di Semarang, Kamis (16/1).
Cantya menyebut, dengan bekal ilmu yang sudah ia dapatkan di beberapa negara, ia ingin membawa PSIS Semarang ke arah yang profesional.
"Enjoy banget saat nonton bola, nonton PSIS. Ingin deh ikut membantu biar PSIS bisa lebih bagus. Kenapa pengen belajar tentang sepakbola ya karena aku ambil S1 bisnis, dan aku merasa kalau tidak bisa berkontribusi di sisi teknisnya setidaknya aku bisa bikin sisi manajemen yang lebih bagus supaya PSIS ini bisa lebih profesional," ungkapnya.
Cantya menjelaskan, cukup banyak ilmu yang ia ambil tentang bisnis dalam industri sepakbola.
"Kalau dari hasil belajar, kalau kita mikirin bisnis sepakbola kadang kita mikirnya dalam lingkup kecil. Tapi sebenarnya sisi bisnis sepakbola ini sangat luas. Mulai dari sisi broadcast, live streaming, kemudian bikin event di luar liganya. Aku ingin memberi perspektif yang lebih luas," kata dia.
Menurut Cantya, industri sepakbola Indonesia punya potensi yang besar untuk dikembangkan.
"Biasanya di Indonesia pemasukannya dari tiket, kalau di luar negeri itu, kalau kamu datang ke stadion itu baru setengahnya. Setengahnya lagi kamu di sana beli makan, photobooth, ada misal meet and great, merchandisenya macam-macam. Kulturnya di sana lebih berkembang. DI PSIS harusnya bisa. Apalagi di Indonesia sangat fanatik sepakbola," katanya.
"Penonton yang datang bisa lebih enjoy, mereka dapat banyak hal saat ke stadion," jelasnya.
Baca juga: Jelang PSIS Semarang vs Persis Solo, Gilbert Agius Sebut Kondisi Kedua Tim Sama
Cantya mengaku, kedepannya masih ingin melengkapi studi bisnis sepakbola di FIFA Masters.
Di Indonesia sejauh ini baru satu nama yang pernah mengambil studi di FIFA Masters yakni wakil ketua PSSI, Ratu Tisha.
"Kedepannya pengin daftar di FIFA Masters sihh ngikutin Bu Tisha, tapi aku kelewatan pendaftaran yang tahun ini. Semoga kedepan ada kesempatan belajar di sana," tandas Cantya. (*)
Hasil Uji Coba PSIS vs PSMS Berakhir Imbang 1-1, Pelatih Kahudi Wahyu Soroti Tempo Permainan |
![]() |
---|
Sosok Marko Ivanovic Bek Anyar PSIS Semarang, Tinggi Hampir 2 Meter |
![]() |
---|
Hasi Laga Internal Game PSIS Semarang, Doni Sormin Tampil Memukau |
![]() |
---|
Siap Tempur! PSIS Semarang Gelar Peluncuran Tim Akhir Agustus, Kenalkan Skuat dan Jersey Baru |
![]() |
---|
PSIS Semarang Pastikan Sanksi FIFA Akan Diselesaikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.