Banjir Sragen
309 Keluarga di Sragen Terdampak Luapan Sungai Bengawan Solo, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Ratusan keluarga di enam desa yang tersebar di sembilan kecamatan, Kabupaten Sragen terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Ratusan keluarga di enam desa yang tersebar di sembilan kecamatan, Kabupaten Sragen terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sragen, ada 309 kepala keluarga (KK), terdiri dari 960 jiwa terdampak luapan air.
Dari jumlah tersebut, ada 127 KK yang mengungsi ke rumah saudara maupun tetangga.
Baca juga: Sragen Dilanda Banjir, Ini Daftar Wilayah Terdampak dan Perlu Bantuan Evakuasi
Baca juga: Pasien RSJ yang Kabur hingga Hanyut di Sungai Bengawan Solo Ditemukan di Wilayah Sragen
Kalakhar BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro menyampaikan, Sungai Bengawan Solo meluap dikarenakan tingginya intensitas hujan sejak Senin (20/1/2025) sore hingga malam hari.
Luapan air sungai itu merendam lahan pertanian, jalan, hingga rumah warga.
Ketinggian air mulai 30 sentimeter hingga 1 meter.
"Untuk saat ini, kami dalam pantauan semua wilayah, namun demikian mulai menurun."
"Mulai surut di beberapa tempat."
"Warga (sempat mengungsi) mulai kembali ke rumah masing-masing," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (21/1/2025).
Lantaran kondisi luapan sudah surut, terangnya, pihaknya tidak mendirikan dapur umum dan titik pengungsian.
Kendati demikian, pihaknya kini tengah persiapan untuk memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan warga yang terdampak luapan sungai.
"Selain permukiman, ada 10 hektare lahan pertanian yang terdampak, " terangnya.
Triyono mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada kendati kondisi luapan saat ini berangsur surut.
Pasalnya berdasarkan prediksi dari BKMG, lanjutnya, masih ada potensi hujan lagi. (*)
Baca juga: Segera Daftar! Pendaftaran Wisuda ke-65 di UIN Saizu Ditutup 24 Januari 2025
Baca juga: Kemenkum Jateng, Pemprov Jateng, dan DPRD Wonosobo Bahas Rancangan Peraturan Bupati
Baca juga: Poltek Harber Tingkatkan Kompetensi Siswa dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Baca juga: Kisah Panjang Musodah Warga Demak Berjuang Lawan Kanker, Untungnya Dibantu BPJS Kesehatan
Sragen
Banjir sragen
BMKG
Sungai Bengawan Solo
Sungai Bengawan Solo Meluap
BPBD Kabupaten Sragen
Triyono Putro
| Jaksa Temukan Kuitansi Hibah Rp20 Miliar Bertanda Tangan Gus Yazid, Ternyata Tak Masuk ke Yayasan |
|
|---|
| Diisukan Ikut Main Proyek SPPG, Sumanto: MBG Sepenuhnya Kewenangan Pusat! |
|
|---|
| Kasus Hipertensi di Wonosobo Tembus 136 Ribu Orang, Dinkes Soroti Ancaman Stroke dan Gagal Ginjal |
|
|---|
| Petani Jateng Andalkan BBM Subsidi dan Mobil Bantuan untuk Distribusi Pangan |
|
|---|
| Gara-gara IPAL Jelek, Ratusan SPPG di Jawa Tengah Ditutup Paksa! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Banjir-Desa-Sribit-Sragen.jpg)