Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Sragen

309 Keluarga di Sragen Terdampak Luapan Sungai Bengawan Solo, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Ratusan keluarga di enam desa yang tersebar di sembilan kecamatan, Kabupaten Sragen terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
BPBD KABUPATEN SRAGEN
Kondisi luapan Sungai Bengawan Solo di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Selasa (21/1/2025) sekira pukul 10.30. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Ratusan keluarga di enam desa yang tersebar di sembilan kecamatan, Kabupaten Sragen terdampak luapan Sungai Bengawan Solo.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sragen, ada 309 kepala keluarga (KK), terdiri dari 960 jiwa terdampak luapan air.

Dari jumlah tersebut, ada 127 KK yang mengungsi ke rumah saudara maupun tetangga.

Baca juga: Sragen Dilanda Banjir, Ini Daftar Wilayah Terdampak dan Perlu Bantuan Evakuasi

Baca juga: Pasien RSJ yang Kabur hingga Hanyut di Sungai Bengawan Solo Ditemukan di Wilayah Sragen

Kalakhar BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro menyampaikan, Sungai Bengawan Solo meluap dikarenakan tingginya intensitas hujan sejak Senin (20/1/2025) sore hingga malam hari. 

Luapan air sungai itu merendam lahan pertanian, jalan, hingga rumah warga.

Ketinggian air mulai 30 sentimeter hingga 1 meter.

"Untuk saat ini, kami dalam pantauan semua wilayah, namun demikian mulai menurun."

"Mulai surut di beberapa tempat."

"Warga (sempat mengungsi) mulai kembali ke rumah masing-masing," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (21/1/2025).

Lantaran kondisi luapan sudah surut, terangnya, pihaknya tidak mendirikan dapur umum dan titik pengungsian.

Kendati demikian, pihaknya kini tengah persiapan untuk memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak. 

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan warga yang terdampak luapan sungai.

"Selain permukiman, ada 10 hektare lahan pertanian yang terdampak, " terangnya.

Triyono mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada kendati kondisi luapan saat ini berangsur surut.

Pasalnya berdasarkan prediksi dari BKMG, lanjutnya, masih ada potensi hujan lagi. (*)

Baca juga: Segera Daftar! Pendaftaran Wisuda ke-65 di UIN Saizu Ditutup 24 Januari 2025

Baca juga: Kemenkum Jateng, Pemprov Jateng, dan DPRD Wonosobo Bahas Rancangan Peraturan Bupati

Baca juga: Poltek Harber Tingkatkan Kompetensi Siswa dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Baca juga: Kisah Panjang Musodah Warga Demak Berjuang Lawan Kanker, Untungnya Dibantu BPJS Kesehatan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved