Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Jejak Sejarah Sekolah Tionghoa Pertama Berusia 113 Tahun di Jepara Terancam Lenyap

Yayasan Klenteng Welahan, Kabupaten Jepara ingin bisa melestarikan bangunan sekolah pertama untuk kaum Tionghoa di Kabupaten Jepara.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Tito Isna Utama
Ketua Yayasan Klenteng Welahan, Dicky Sugandi bersama Ketua FKUB Jepara, Mashudi melihat pintu masuk sekolah pertama Tionghoa di Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Yayasan Klenteng Welahan, Kabupaten Jepara ingin bisa melestarikan bangunan sekolah pertama untuk kaum Tionghoa di Kabupaten Jepara.

Pantauan Tribunjateng di lokasi, Sekolah yang berada sekiranya 500 meter dari kleteng Hok Tek Bio, terlihat sudah tidak terurus.

Nampak halaman depan sekolah tersebut sudah tertutup dengan pintu besi, dan halaman sekolahnya sudah tertutup dengan semak belukar.

Baca juga: Ramai Pesanan Rumah hingga Hotel untuk Arwah: Kisah Ong Bing Hok Lestarikan Tradisi Khas Tionghoa

Sebalah timur pintu halaman sekolah tersebut nampak pintu masuk dengan papan nama bertulisan THHK Anno 1912, Sekolah Pusaka 1956, TK, SD, dan SMP.

Di depan pintu itupun juga nampak tulisan bahasa mandarin yang berawarna kuning, dengan cat pintu hitam.

Ketua Yayasan Klenteng Welahan, Dicky Sugandi mengatakan bahwa untuk bisa melestarikan sekolah tersebut, pihaknya sudah bersurat ke Pemerintah Daerah.

Namun sampai sekarang belum ada jawaban yang jelas atas ajuan dari pihak klenteng.

Suasana bangunan sekolahan pertama kali untuk kaum Thionghoa di Kabupaten Jepara.
Suasana bangunan sekolahan pertama kali untuk kaum Tionghoa di Kabupaten Jepara.

"Sementara kami sudah bersurat ke dinas terkait bahkan kemarin ada kunjungan dinas pariwisata, dan Kominfo kesini," ucapnya.

Menurutnya dengan ada keberadaan sekolah tersebut dan beberapa bangunan tua asli tionghoa, seharusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan.

"Kalau saya melihat disini ada rumah tua yang masih autentik  dan masih ada keberadaan bangunan sekolah Tionghoa," ungakapnya.

Dia mengakui bahwa keberadaan sekolah itu sudah ada sekiranya satu abad lalu.

Pada waktu dulu sekolah tersebut masih bernama THHK, namun seiring waktu sekolah itu berubah nama menjadi sekolah puska.

"Itu dari literatur yang ada keberadan sekolah tahun 1912 sudah lebih dari satu abad. Pada 1956 sekolah berubah menjadi sekolah Pusaka," ucapnya.

Dicky dan almarhum ayahnya Sugandi pun sempat bersekolah di sekolah tersebut.

"Jelas sekolah ini bangunan yang legendaris.Saya alumni situ, bahkan Almarhum bapak saya juga alumni situ," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved